Ilmu sebagai Amanah, Ujian sebagai Ladang Kesabaran
- 04 Jun 2026 09:25 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ilmu merupakan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sementara ujian yang dihadapi dalam proses menuntut ilmu merupakan ladang untuk melatih kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan. Islam menempatkan ilmu pada kedudukan yang mulia agar manusia dapat memahami kebenaran, meningkatkan kualitas diri, serta memberikan manfaat bagi sesama.
“Ilmu merupakan amanah dan ujian adalah ladang kesabaran sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran surah al-mujadalah ayat ke 11 yang artinya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,” ujar Ustadzah Lia Munawarah, S.Sos.I saat acara Hikmah Pagi di Pro 4 RRI Pontianak pada Kamis, 4 Juni 2026.
Lia menyampaikan bahwa ilmu bukan sekedar pengetahuan, tetapi amanah yang harus diamalkan. “Rasulullah pernah bersabda : Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan jalan baginya jalan menuju surga (Hadits Riwayat Muslim),” ujarnya.
| Baca juga: Waktu adalah Amanah Berharga |
Lebih lanjut Lia menyampaikan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Amanah ilmu menuntut kejujuran, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat. ”Sementara ujiannya adalah ladang kesabaran. Ujian akademik maupun ujian hidup adalah sebagai bagian dari sunnatullah. “Dalam Al-Qur’an Allah SWT sebanyak 2 kali menyampaikan dalam QS. Al-Insyirah ayat ke-5 dan 6 yang artinya sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan,”ujarnya.
Setiap orang yang berniat tulus menuntut ilmu lalu kemudian menemukan berbagai macam ujian didalamnya, Allah meyakinkan bahwa segala kesulitan tersebut akan mendapatkan solusi. “Kesabaran dalam ujian, melatih keikhlasan, ketekunan, dan tawakal kepada Allah. Keterkaitan ilmu dan ujian adalah bahwa ilmu tanpa ujian tidak akan teruji kualitasnya begitu juga ujian tanpa ilmu tidak akan menghasilkan solusi,”ujarnya.
Ilmu dan ujian membentuk pribadi muslim yang kuat, sabar, dan bermanfaat. “Saya ambilkan contoh penggunaan teknologi dan media sosial. Misalnya ada seseorang yang memiliki ilmu agama, ilmu etika namun menggunakan kemampuannya bersuara di media sosial, media massa hanya untuk menyebar fitnah, ujaran kebencian ataupun membagikan hoax tanpa verifikasi atau tabayun, nah ilmu yang didapatkan itu tidak hanya untuk diketahui tapi harus dipertanggungjawabkan,”ujarnya.
Menyebarkan informasi yang salah bentuk penghianatan terhadap ilmu, sebaliknya menggunakan ilmu untuk memberikan edukasi yang bermanfaat dan meluruskan kesalahpahaman merupakan wujud syukur. “Contoh ujian sebagai ladang kesabaran yakni, misalnya seorang pelajar atau yang sedang belajar dengan keras kemudian mempersiapkan diri dengan maksimal, tapi gagal dalam ujian atau seleksi akademik, diharapkan bersabar, jangan berputus asa, tidak menyalahkan keadaan,”ujarnya.
Sementar ujian merupakan sarana untuk melatih kesabaran, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kapasitas mental. “Kesabaran menghadapi proses akan dinilai sebagai bentuk ketakwaan yang akan membawakan hasil lebih baik di kemudian hari. Saat kita gagal dalam ujian, tidak berputus asa melainkan mengevaluasi diri, memperbaikinya agar menjadi lebih baik,” ujarnya.
Terakhir Lia berpesan agar jadikan ilmu sebagai amanah yang dijaga dengan amal dan ujian sebagai ladang kesabaran yang mendewasakan jiwa. “Semoga Allah menjadikan kita hamba yang istiqomah dalam menuntut ilmu sabar dalam menghadapi ujian dan ikhlas dalam mengamalkan ilmu,”katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....