Tadabbur Al-Qur'an Jadi Solusi Kegelisahan Zaman Modern
- 02 Jun 2026 08:27 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern yang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan ekonomi, keluarga, pendidikan hingga kegelisahan generasi muda, Al-Qur'an dinilai tetap menjadi pedoman yang relevan sepanjang zaman. Hal tersebut disampaikan Ustadz Fakhurrazi Alkadrie, S.HI., M.Pd dalam program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Pontianak pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Dalam kajian bertema Tadabbur Kisah Al-Qur'an, Ustadz Fakhurrazi mengajak masyarakat untuk tidak hanya membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami, merenungi, dan mengambil hikmah dari kisah-kisah yang terkandung di dalamnya.
"Sesungguhnya sepertiga isi Al-Qur'an adalah kisah-kisah orang terdahulu, kisah para nabi, dan orang-orang saleh. Dari kisah-kisah itulah kita dapat mengambil hikmah untuk kehidupan saat ini," ujarnya.
Menurutnya, kisah-kisah dalam Al-Qur'an bukan sekadar cerita sejarah, melainkan gambaran nyata tentang karakter manusia yang terus berulang hingga akhir zaman. Ia mencontohkan sosok Fir'aun yang memiliki kekuasaan besar namun dihancurkan karena kesombongannya.
"Fir'aun yang ada sekarang bukan orangnya, tetapi sifat-sifat Fir'aunnya masih ada. Kesombongan karena jabatan, kekuatan, atau kekayaan masih bisa kita temukan di zaman ini," katanya.
Sebaliknya, Ustadz Fakhurrazi mencontohkan kepemimpinan Sayyidina Umar bin Khattab dan kedermawanan Sayyidina Utsman bin Affan sebagai teladan yang patut dicontoh umat Islam.
"Kalau diberi kekuasaan, gunakan untuk dakwah dan kebaikan. Kalau diberi kekayaan, gunakan untuk membantu agama Allah dan masyarakat. Itulah pelajaran besar dari kisah-kisah Al-Qur'an," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti fenomena banyaknya umat Islam yang hanya membaca Al-Qur'an tanpa berusaha memahami maknanya.
"Jangan sampai kita termasuk orang yang diadukan Rasulullah SAW pada hari kiamat karena mengabaikan Al-Qur'an. Nabi bersabda bahwa umatnya menjadikan Al-Qur'an sesuatu yang ditinggalkan," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa tadabbur Al-Qur'an tidak harus dimulai dengan kemampuan bahasa Arab yang sempurna. Masyarakat dapat memulainya dengan membaca terjemahan, tafsir, dan mengikuti kajian-kajian Al-Qur'an yang tersedia saat ini.
"Allah sudah memudahkan Al-Qur'an untuk dipelajari. Mulailah dengan membaca artinya, memahami maknanya, lalu belajar kepada guru-guru yang kompeten," ujarnya.
Lebih lanjut, Ustadz Fakhurrazi menilai bahwa kisah-kisah Al-Qur'an sangat relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini yang sering menghadapi berbagai tekanan sosial dan emosional.
"Kalau galau, kalau punya masalah kuliah, ekonomi, keluarga, bahkan kegelisahan anak muda, semua ada pelajarannya dalam Al-Qur'an. Kisah-kisahnya akan selalu relevan sampai hari kiamat," katanya.
Ia berharap masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur'an dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, petunjuk, serta solusi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
"Kembalilah kepada Al-Qur'an. Siapa pun kita dan apa pun profesi kita, jika dekat dengan Al-Qur'an, insya Allah akan dimuliakan oleh Allah SWT," pungkasnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....