Gerimis Tak Surutkan Jamaah Padati Salat Iduladha 1447 H di Alun-Alun Kapuas

  • 27 Mei 2026 06:55 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Suasana religius menyelimuti kawasan Alun-Alun Kapuas, Kota Pontianak, saat ribuan umat Muslim melaksanakan Salat Iduladha pada Rabu, 27 Mei 2026 pagi. Sejak matahari belum sepenuhnya muncul, jamaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru kota dengan membawa sajadah, payung, serta perlengkapan ibadah sederhana untuk mengikuti salat hari raya kurban tersebut.

Gerimis tipis yang turun sejak subuh tak menyurutkan langkah masyarakat menuju kawasan tepian Sungai Kapuas itu. Langit mendung menggantung di atas lapangan terbuka Alun-Alun Kapuas Pontianak, sementara butiran hujan sesekali jatuh membasahi area salat. Di beberapa titik lapangan bahkan tampak genangan air akibat hujan yang mengguyur sejak dini hari.

Meski demikian, antusiasme jamaah tetap tinggi. Banyak warga memilih tetap bertahan di lokasi dan menggelar alas salat di area yang masih memungkinkan digunakan. Sebagian jamaah terlihat melapisi sajadah dengan plastik, kardus, hingga koran agar tetap dapat beribadah dengan nyaman.

Pemandangan penuh kebersamaan tampak jelas sejak pagi hari. Orang tua, anak-anak, hingga kaum muda memadati area salat dengan pakaian muslim terbaik mereka. Payung-payung berwarna-warni sesekali terbuka ketika gerimis turun semakin rapat, menciptakan panorama khas Iduladha yang hangat di tengah cuaca basah.

Tak sedikit jamaah yang rela duduk berdesakan demi mendapatkan tempat salat. Meski alas salat tampak basah dan udara pagi terasa dingin, suasana khusyuk tetap terasa ketika takbir berkumandang dari pengeras suara utama lapangan.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.”

Lantunan takbir menggema menyatu dengan rintik gerimis yang turun perlahan. Momen itu menghadirkan suasana religius yang menyentuh hati banyak jamaah.

Salah seorang jamaah, Rahmad (42), mengaku cuaca gerimis justru menambah makna spiritual pelaksanaan Iduladha tahun ini. Menurutnya, kondisi alam tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya keikhlasan dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan.

“Gerimis ini seperti mengajarkan kami tentang kesabaran dan keikhlasan. Walaupun basah dan sedikit tidak nyaman, kami tetap bisa beribadah bersama. Itu yang paling penting,” ujarnya usai pelaksanaan salat.

Hal serupa disampaikan Nuraini (35), warga Pontianak Barat yang datang bersama keluarganya sejak pukul 06.00 WIB. Ia menilai Iduladha bukan sekadar tentang kurban hewan, melainkan juga momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarsesama.

“Cuaca hujan ringan tidak mengurangi semangat kami. Justru suasananya terasa lebih menyentuh. Kami datang bersama keluarga dan merasakan kebersamaan yang luar biasa,” katanya.

Di sudut lain lapangan, sejumlah relawan dan panitia tampak sibuk membantu jamaah yang mencari lokasi lebih kering untuk beribadah. Mereka juga terlihat membersihkan genangan air di beberapa titik menggunakan alat seadanya agar area salat tetap aman digunakan.

Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Alun-Alun Kapuas tahun ini pun menjadi gambaran nyata bahwa nilai keikhlasan dan persaudaraan tetap tumbuh kuat di tengah masyarakat, bahkan saat gerimis turun membasahi kota.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....