Hijrah Finansial tanpa Riba, Kunci Rezeki Berkah dan Tenang
- 14 Mei 2026 21:58 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - RRI Pontianak kembali menghadirkan program Mutiara Pagi dengan tema “Merajut Berkah Melalui Transaksi Tanpa Riba” pada Senin, 11 Mei 2026. Dalam dialog yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Pontianak dan kanal YouTube, Ustadzah Ain Rahmi, MEI mengajak masyarakat mulai melakukan hijrah finansial demi memperoleh keberkahan hidup.
Dalam tausiyahnya, Ain menegaskan bahwa ukuran keberhasilan finansial bukan semata jumlah uang yang dimiliki, melainkan keberkahan dan ketenangan hati saat menggunakannya. “Rezeki bukan soal seberapa besar angka yang masuk ke rekening kita, tapi seberapa tenang hati kita saat menggunakannya,” ujar Ain Rahmi saat dialog berlangsung.
Menurutnya, keberkahan atau barokah berarti bertambahnya kebaikan dalam hidup. Harta yang sedikit namun halal dan bebas riba dinilai mampu mencukupi kebutuhan keluarga serta membawa ketenangan.
Sebaliknya, harta yang diperoleh melalui praktik riba disebut dapat menimbulkan kegelisahan dan masalah baru dalam kehidupan. “Riba itu ibarat meminum air laut, makin diminum makin haus. Secara lahir terlihat banyak, tapi tidak membawa ketenangan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai transaksi modern, termasuk pinjaman online dan sistem keuangan digital yang berpotensi mengandung unsur riba. Dalam penjelasannya, Ain menyebut ada tiga unsur yang harus dihindari dalam transaksi keuangan, yakni riba, maisir (spekulasi/judi), dan gharar (ketidakjelasan akad).
“Kadang orang terjebak karena gaya hidup yang melebihi kemampuan. Akhirnya berutang dan masuk dalam lingkaran bunga yang memberatkan,” katanya.
Selain itu, ia membedakan antara harta yang tidak halal dan harta yang tidak berkah. Menurutnya, sesuatu yang halal belum tentu berkah apabila digunakan untuk kesombongan, foya-foya, atau melupakan keluarga.
Ia mencontohkan, banyak orang yang memiliki penghasilan besar namun hidupnya tetap gelisah karena kurang bersyukur dan salah dalam mengelola keuangan. “Uang yang berkah itu walaupun sedikit terasa cukup. Sedangkan uang yang tidak berkah sering habis untuk masalah yang datang bertubi-tubi,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ain juga memberikan solusi bagi masyarakat yang sudah terlanjur terjebak dalam praktik riba. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah bertobat, menghentikan utang baru, serta fokus melunasi pokok utang.
Ia juga mendorong masyarakat mulai beralih ke sistem keuangan syariah yang menggunakan akad sesuai prinsip Islam seperti mudharabah, murabahah, dan ijarah. “Keberkahan dimulai dari niat yang kuat untuk memperbaiki keadaan dan mencari rezeki dengan cara yang halal,” katanya.
Menutup dialog, Ain Rahmi mengajak masyarakat menjadikan hijrah finansial sebagai investasi ketenangan hidup di masa depan. “Langkah kecil memperbaiki kualitas transaksi hari ini adalah investasi besar bagi ketenangan hidup kita nanti,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Hilangnya Rasa Malu di Media Sosial Jadi Alarm Moral
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....