Broken Home dalam Pandangan Islam Sering Berawal dari Rapuhnya Iman
- 03 Mei 2026 13:05 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ustadz Muhammad Fatih Karim menjelaskan bahawa broken home dalam pandangan Islam sering berawal dari rapuhnya iman dan kurangnya komunikasi dalam keluarga. Ketika nilai sakinah, mawaddah, warahmah tidak dijaga, hubungan rumah tangga mudah retak tanpa disadari.
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya pemahaman agama dalam menjalankan peran sebagai suami dan istri. Ketika kewajiban diabaikan dan hak tidak ditunaikan, konflik kecil dapat berubah menjadi perpecahan besar.
Faktor lain adalah ego yang tinggi serta tidak adanya sikap saling memaafkan dalam menghadapi masalah. Padahal Islam mengajarkan kesabaran dan musyawarah sebagai jalan keluar terbaik dalam setiap perselisihan.
Dampak broken home sangat terasa terutama pada anak yang kehilangan ketenangan dan kasih sayang utuh. Mereka bisa tumbuh dengan luka batin, kehilangan arah, bahkan menjauh dari nilai-nilai kebaikan.
Selain itu, broken home juga berdampak pada kesehatan mental dan spiritual anggota keluarga. Rasa kecewa, marah, dan putus asa dapat menjauhkan seseorang dari kedekatan kepada Allah.
Cara mengobatinya dimulai dengan kembali memperbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah dan taubat. Ketika hati dekat dengan-Nya, akan muncul ketenangan dan hikmah dalam menghadapi ujian rumah tangga.
Selanjutnya, bangun komunikasi yang jujur, saling menghargai, dan libatkan nilai-nilai Islam dalam setiap keputusan. Dengan usaha, doa, dan kesabaran, keluarga yang retak masih bisa dipulihkan menjadi lebih kuat dan penuh berkah. Wallahu'alam Bishawab!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....