Salat adalah Tiang Agama, Meninggalkannya Meruntuhkan Pondasi
- 26 Apr 2026 09:13 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak: Ustadz Muhammad Yusnaini dalam acara Hikmah Pagi Pro 4 RRI Pontianak, Senin, 20 April 2026, mengkaji soal meninggalkan salat bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan termasuk dosa besar yang memutus hubungan seorang hamba dengan Allah. Salat adalah tiang agama, sehingga meninggalkannya berarti meruntuhkan pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.
Dalam ajaran Islam, salat lima waktu merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun, kecuali uzur syar’i. Orang yang sengaja meninggalkan salat tanpa alasan yang dibenarkan menunjukkan lemahnya iman dan kurangnya rasa takut kepada Allah.
Dosa meninggalkan salat bukan hanya berdampak di akhirat, melainkan terasa dalam kehidupan sehari-hari. Hati menjadi gelisah, hidup terasa sempit, dan keberkahan perlahan menghilang dari setiap langkah yang dijalani.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa pembeda antara seorang muslim dan kekufuran adalah salat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga salat, karena meninggalkannya bisa menyeret seseorang pada kesesatan yang lebih dalam.
Di hari kiamat kelak, amalan pertama yang akan dihisab adalah salat. Jika salatnya baik, baiklah seluruh amalnya. Namun, jika rusak, rusak pula amal yang lain.
Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh. Bagi yang pernah meninggalkan salat, pintu taubat selalu terbuka selama nyawa masih di kandung badan.
Mulailah memperbaiki diri dengan menjaga salat tepat waktu dan penuh keikhlasan. Dengan demikian, hati menjadi tenang, hidup lebih terarah, dan keberkahan akan kembali menyertai setiap langkah. Wallau'alam Bishawab!
Baca juga: Keutamaan dan Manfaat Salat Malam
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....