Pendeta Ali Matius Ingatkan Identitas Manusia dalam Kasih Tuhan
- 15 Mar 2026 05:43 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Sebuah renungan rohani yang disampaikan oleh Pendeta Dr. Ali Matius M.Th dalam program siaran Hikmah Pagi Agama Kristen, Minggu, 15 Maret 2026, di RRI Pro4 Pontianak, mengajak masyarakat untuk kembali memahami identitas sejati manusia di hadapan Tuhan. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa setiap manusia memiliki nilai, tujuan, dan panggilan yang mulia dalam rencana ilahi.
Dalam penyampaiannya, Pendeta Ali Matius menegaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara kebetulan. Ia menjelaskan bahwa Alkitab menyatakan manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan, sehingga hidup setiap orang memiliki martabat dan makna yang tinggi.
“Engkau bukan hasil kebetulan. Sejak awal Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Artinya hidupmu memiliki nilai dan tujuan di hadapan Tuhan,” ujar Pendeta Ali Matius dalam renungannya.
Ia juga menyoroti fenomena banyak orang, khususnya generasi muda, yang sering merasa rendah diri karena membandingkan diri dengan orang lain melalui media sosial atau lingkungan sekitar. Menurutnya, penilaian dunia sering membuat seseorang lupa akan identitas yang sebenarnya.
“Banyak orang merasa dirinya tidak cukup baik. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Itu berarti kita memiliki nilai yang luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Tuhan telah mengenal manusia bahkan sebelum dilahirkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kehidupan setiap orang telah berada dalam perhatian dan rencana Tuhan sejak awal.
“Tuhan tahu pergumulanmu, kekuatanmu, bahkan air matamu. Ketika kamu merasa sendirian, ingatlah bahwa Tuhan mengenal engkau lebih dalam daripada siapa pun,” katanya.
Pendeta Ali Matius juga menegaskan bahwa dalam iman kepada Yesus Kristus, manusia mendapatkan identitas baru sebagai anak-anak Tuhan. Identitas ini bukan sekadar status keagamaan, melainkan hubungan pribadi dengan Tuhan sebagai Bapa.
Menurutnya, kesadaran akan identitas rohani tersebut seharusnya mendorong setiap orang untuk hidup dengan tujuan yang benar, menjauhi hal-hal yang merusak kehidupan, serta menjadi terang bagi lingkungan sekitar. “Ketika kita menyadari siapa kita di dalam Kristus, kita dipanggil untuk hidup berbeda dan membawa pengaruh yang baik di sekolah, keluarga, pekerjaan, dan masyarakat,” tuturnya.
Di akhir pesannya, ia mengajak masyarakat untuk tidak meremehkan hidup yang dimiliki, karena setiap manusia telah ditebus dengan harga yang mahal dan dipanggil untuk menjalankan misi kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan menyia-nyiakan hidupmu. Tuhan memiliki tujuan yang indah bagi setiap orang yang mau hidup dalam rencana-Nya,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Hikmah Pagi Pro4 RRI Pontianak Bahas Rahasia Kesuksesan Raja Salomo
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....