Polsek Sungai Kunyit Salurkan 2,15 ton Jagung Pipil Hibrida ke BULOG Mempawah

  • 28 Feb 2026 05:08 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Mempawah - Polsek Sungai Kunyit kembali salurkan jagung hibrida (pipil) hasil Kelompok Tani (Poktan) binaan ke Perum BULOG Kabupaten Mempawah pada Kamis, 26 Februari 2026. ‎Pada pengiriman kali ini, sebanyak 2.150 kilogram atau 2,15 ton jagung pipil hibrida berhasil disalurkan. ‎Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Lodrick Taliak Hungan, mengatakan jagung yang dikirim telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

‎"Hari ini Polsek Sungai Kunyit melaksanakan pengantaran jagung pipil hibrida ke Gudang Bulog Kabupaten Mempawah sebanyak 2.150 kilogram atau 2,15 ton. Jagung tersebut memiliki kadar air 15,0 persen dan aflatoksin 23 PPB," ujar Lodrick.

‎Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan kelompok tani di wilayah hukum Polsek Sungai Kunyit.

"Kami berkomitmen mendukung ketahanan pangan serta membantu para petani agar hasil panennya dapat terserap dengan baik oleh Bulog. Sinergi ini diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan," tambahnya.

‎Terkait total pengiriman yang telah dilakukan, Lodrick menjelaskan secara rinci capaian distribusi jagung hingga Februari 2026. ‎Ia menjelaskan, total pengiriman jagung Polsek Sungai Kunyit ke Bulog sampai dengan pengiriman ketujuh adalah sebanyak 13.350 kilogram atau 13,35 ton.

"Rinciannya, pengiriman pertama sebanyak 400 kilogram, kedua sebanyak 1.000 kilogram, ketiga sebanyak 2.150 kilogram, keempat sebanyak 3.000 kilogram pada Desember, kelima sebanyak 3.100 kilogram pada Desember, keenam sebanyak 1.550 kilogram pada Februari 2026, dan ketujuh sebanyak 2.150 kilogram pada Februari 2026," jelasnya.

Ia berharap ke depan produksi jagung dari kelompok tani binaan dapat terus meningkat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. ‎"Kami akan terus melakukan pendampingan kepada Poktan agar hasil panen semakin baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Rekomendasi Berita