Nilai Sila Jadi Pondasi Kerukunan Masyarakat Majemuk
- 21 Feb 2026 10:52 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Upaya memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan digaungkan melalui ruang siaran publik. Dalam program Hikmah Pagi Agama Budha di RRI Pontianak pada Sabtu, 21 Februari 2026, nilai kesetiaan pada sila ditekankan sebagai fondasi moral penting dalam menjaga harmoni masyarakat majemuk di Kalimantan Barat. Penyuluh Agama Buddha, Susiyanti, S.Ag menjelaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata yang harus dipraktikkan setiap hari.
“Kerukunan harus dijaga, dirawat, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah masyarakat yang beragam,” ujarnya dalam siaran tersebut .
Menurutnya, dalam ajaran Buddha, landasan kehidupan bermoral dikenal sebagai sila, yaitu disiplin moral yang membimbing perilaku manusia. Sila menjadi dasar penting praktik spiritual bersama konsentrasi dan kebijaksanaan. “Tanpa moralitas, kehidupan akan mudah diliputi pertikaian, kecurigaan, dan penderitaan,” kata Susiyanti .
Susiyanti menambahkan bahwa kesetiaan dalam konteks sila tidak terbatas pada hubungan personal, tetapi mencakup kesetiaan pada kebenaran, nilai kemanusiaan, serta tanggung jawab sosial. Praktik ini tercermin dalam lima latihan moral Buddhis, mulai dari tidak menyakiti makhluk hidup hingga menjaga ucapan dan kesadaran diri .
“Ketika seseorang setia menjalankan sila, ia sedang menjaga keharmonisan sosial. Dari kesetiaan lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan tumbuh kerukunan,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut relevan untuk merawat perdamaian di tengah perbedaan. Dalam siaran itu, Susiyanti juga menyoroti tantangan era digital yang sarat hoaks dan ujaran kebencian. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran diri agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.
“Sila bukan aturan yang membatasi kebebasan, melainkan pagar yang melindungi kita dari penderitaan,” tegasnya.
Sebagai penutup, Susiyanti mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memulai kerukunan dari lingkup terkecil, yakni diri sendiri dan keluarga. Susiyanti berharap nilai kesetiaan pada kebaikan dapat memperkuat persaudaraan dan kedamaian di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat .