Karnaval Gizi Dorong Generasi Emas 2045
- 08 Feb 2026 12:45 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pemerintah Kota Pontianak menegaskan masih terdapat sejumlah persoalan gizi yang perlu mendapat perhatian serius, mulai dari ibu hamil, balita hingga remaja.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, pada kegiatan Carnaval Competition bertema Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045, dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-66 dan HUT Persagi Kota Pontianak ke-13 tahun 2026.
Saptiko mengatakan, masalah gizi di Kota Pontianak mencakup ibu hamil yang kekurangan energi, kasus stunting, remaja yang mengalami anemia, hingga meningkatnya penyakit tidak menular akibat pola konsumsi gizi yang tidak seimbang. Kondisi tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).
“Masalah gizi ini sangat beragam, mulai dari ibu hamil, stunting, remaja anemia, sampai penyakit tidak menular yang banyak disebabkan konsumsi gizi. Karena itu, peran Persagi sebagai mitra pemerintah kota sangat diperlukan,” ujar Saptiko, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia menambahkan, meskipun sebagian besar anggota Persagi juga merupakan petugas di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, namun secara organisasi Persagi tetap menjadi mitra strategis dalam mendukung program-program gizi untuk menyehatkan masyarakat.
Menurut Saptiko, pelaksanaan karnaval kompetisi menjadi salah satu media edukasi gizi yang efektif, khususnya bagi peserta yang berasal dari kalangan remaja dan pelajar SMA. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran terhadap pentingnya gizi yang benar.
“Masalah gizi pada remaja cukup besar. Contohnya, masih banyak remaja yang sulit makan sayur dan buah serta lebih memilih junk food. Dengan kegiatan ini, mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang gizi,” kata Saptiko.
Saptiko menjelaskan, peserta karnaval tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan gizi kepada teman sebaya. Saat berkeliling di kawasan Car Free Day, pesan gizi yang ditampilkan peserta juga dapat dilihat langsung oleh masyarakat.
“Melalui karnaval ini, masyarakat yang berada di lokasi bisa mengetahui pesan-pesan gizi yang disampaikan oleh anak-anak remaja kita,” ujar Saptiko.
Dalam momentum Hari Gizi Nasional, Saptiko juga menyampaikan pesan utama kepada masyarakat agar mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai porsi dan kebutuhan tubuh, serta tidak berlebihan.
Ia menegaskan, pemenuhan gizi harus dimulai sejak dini, mulai dari bayi yang dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI, hingga remaja dan dewasa yang tetap menjaga pola konsumsi gizi seimbang sebagai fondasi menuju Generasi Emas 2045.
Baca juga : HGN 2026, SMAN 1 Pontianak Dapat Edukasi Gizi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....