Awas Kesyirikan dan Bahaya Hilangnya Amal

  • 02 Feb 2026 09:33 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Kesyirikan disebut sebagai dosa terbesar dalam ajaran Islam karena secara langsung merusak esensi tauhid dan menghapus seluruh amal ibadah seseorang. Peringatan ini disampaikan dalam kajian Hikmah Pagi Agama Islam, yang disiarkan melalui RRI Pro4 Pontianak, Senin 02 Februari 2026, yang membahas dosa besar pertama dalam Islam, yakni syirik.

Dalam siaran tersebut, Ustadz Muhammad Yusnaini, S.Sy. menjelaskan bahwa kesyirikan adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, baik dalam keyakinan maupun dalam praktik ibadah. Perbuatan ini dinilai jauh lebih berat dibanding dosa-dosa lainnya karena menyentuh fondasi utama keimanan seorang muslim.

“Kesyirikan merupakan dosa yang sangat besar sekali, melebihi dosa-dosa yang lainnya, karena ia menjadikan sesuatu selain Allah sebagai Tuhan,” tegas Ustadz Muhammad Yusnaini dalam siaran tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an secara tegas melarang perbuatan syirik, salah satunya melalui nasihat Luqmanul Hakim kepada anaknya agar tidak menyekutukan Allah, karena syirik merupakan kezaliman yang besar.

Tak hanya berdampak pada keimanan, pelaku kesyirikan juga diancam dengan konsekuensi yang sangat berat. Salah satunya adalah gugurnya seluruh amal ibadah yang pernah dilakukan, serta ancaman siksa neraka yang kekal.

“Ketika seseorang melakukan kesyirikan kepada Allah, maka Allah akan menggugurkan seluruh amal ibadahnya,” ujar Ustadz Yusnaini menegaskan.

Selain syirik besar, Ustadz Muhammad Yusnaini juga menyoroti bahaya syirik kecil, seperti riya, yakni beribadah bukan semata-mata karena Allah, melainkan demi pujian manusia. Perilaku ini dinilai kerap luput disadari, namun memiliki dampak serius terhadap nilai ibadah.

“Syirik kecil itu adalah riya, ketika seseorang beribadah bukan karena Allah, tapi ingin dipuji manusia,” jelasnya.

Menutup kajian, Ustadz Muhammad Yusnaini mengajak pendengar untuk terus memperdalam ilmu tauhid agar terhindar dari benih-benih kesyirikan dan senantiasa menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam beribadah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....