Vegetarian Buddha, Bukan Kewajiban Mutlak
- 24 Jan 2026 06:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Pola hidup vegetarian dalam ajaran Buddha tidak bersifat wajib, melainkan sebuah pilihan sadar yang dijalani dengan niat dan welas asih. Hal tersebut disampaikan Susiyanti, S.Ag., dalam program Hikmah Pagi Agama Buddha di RRI Pro 4 Pontianak, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dalam siaran yang mengusung tema “Vegetarian dalam Agama Buddha” itu, Susiyanti menjelaskan bahwa ajaran Buddha lebih menekankan pada kemurnian batin, bukan semata-mata pada jenis makanan yang dikonsumsi.
“Dalam ajaran Buddha, yang paling utama bukanlah apa yang masuk ke mulut, melainkan apa yang keluar dari pikiran, ucapan, dan perbuatan kita,” ujarnya.
Ia mengutip Dhammapada yang menegaskan bahwa pikiran adalah pelopor dari segala tindakan manusia. Oleh karena itu, menurutnya, seseorang tidak bisa diukur kualitas spiritualnya hanya dari apakah ia vegetarian atau tidak.
“Makanan tidak menentukan kesucian seseorang, tetapi niat dan kesadaran dalam bertindaklah yang menentukan kualitas karma,” kata Susiyanti.
Lebih lanjut, Susiyanti menerangkan bahwa dalam ajaran Buddha tidak ada kewajiban mutlak untuk menjadi vegetarian. Buddha memperbolehkan konsumsi daging selama memenuhi tiga syarat, yakni tidak melihat makhluk tersebut dibunuh untuk dirinya, tidak mendengar bahwa makhluk itu dibunuh untuk dirinya, serta tidak mencurigai bahwa pembunuhan itu dilakukan khusus untuk dirinya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa praktik vegetarian sangat dianjurkan sebagai latihan karuna atau welas asih. “Dengan memilih tidak mengonsumsi daging, seseorang sedang melatih batin untuk mengurangi penderitaan makhluk lain dan menumbuhkan empati,” ujarnya.
Susiyanti juga mengingatkan agar praktik keagamaan tidak menjadi ruang saling menghakimi. “Menjadi vegetarian tidak otomatis membuat seseorang lebih suci, dan tidak menjadi vegetarian bukan berarti tidak memiliki welas asih,” tuturnya.
Program Hikmah Pagi Agama Buddha sendiri, disiarkan setiap hari sabtu setiap minggunya. Siaran ini merupakan bagian dari siaran moderasi beragama di RRI Pro 4 Pontianak, yang bertujuan memperluas pemahaman keagamaan yang sejuk, inklusif, dan penuh kebijaksanaan di tengah masyarakat.
Baca juga: Kanwil Kemenhaj Kalbar Seriusi Seleksi Petugas Haji Daerah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....