Eksis Medsos Wajib, Kualitas Tidur Mental Nomor Satu
- 17 Nov 2025 11:08 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Tuntutan untuk "eksis" di media sosial (medsos) seringkali membuat Gen Z lupa menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental. Dalam siaran Kita Indonesia, RRI Pro 2 Pontianak, Kamis (13/11/2025), Narasumber dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pontianak, Enjelina dan Rahma, menegaskan bahwa menjadi visible di dunia maya harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat di dunia nyata.
Enjelina, calon psikolog, menjelaskan bahwa fenomena eksis bagi Gen Z bukan sekadar FOMO (Fear of Missing Out), melainkan wadah untuk personal branding dan menampakkan jati diri ("Ini loh aku"). Menurutnya, apalagi anak muda yang introvert atau ingin privasi, cenderung memiliki "Second Account" (Sekon) atau bahkan Third Account di media sosial.
"First Account digunakan untuk hal formal/orang kurang dekat (seperti dosen), sedangkan Second Account hanya untuk lingkaran kecil (bestie) di mana mereka bisa menjadi diri sendiri dan berbagi hal yang lebih pribadi, menghindari overthinking terhadap penilaian orang lain.
"Membuat "Second Account" (Sekon) ini adalah cara Gen Z menyeimbangkan personal branding dengan kebutuhan privasi," katanya.
Enjelina menekankan, pentingnya menjaga batas privasi di media sosial. Akun Sekon menjadi ruang aman untuk berbagi dengan teman dekat dan menghindari komentar negatif atau "julid" dari khalayak umum.
"Untuk meminimalisirkan hal itu, daripada kita nanti misalnya mereka berpendapat seperti ini ya saya enggak terima nih, lalu malah jadi serang-serangan kan. Nah bagusnya ya, udahlah enggak usah aja, yang tahu-tahu aja," ujar Enjelina.
Sementara Rahma, dari latar belakang kesehatan masyarakat, menyoroti bahwa pola hidup Gen Z, seperti terlalu banyak begadang, mengonsumsi junk food, dan sering nongkrong di kafe hingga larut, dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.
Sedangkan kedua narasumber sepakat bahwa kesehatan fisik dan mental saling berkaitan erat. Kualitas tidur dan istirahat menjadi kunci utama.
Mereka pun menyarankan Gen Z untuk memperhatikan beberapa hal, di antaranya:
- Tidur Malam Cukup.
Istirahat yang cukup (sekitar 7 jam) di malam hari, memiliki kualitas yang jauh lebih baik daripada tidur siang, dan sangat penting untuk fokus dan kestabilan mental keesokan harinya.
- Lawan Malas Tidur.
Dengan mencoba memperbanyak aktivitas fisik yang melelahkan di siang hari. "Jadi, pas sampai ke rumah atau sampai ke kos, kita langsung istirahat jadi langsung kecapekan. Ya sudah, langsung tidur," saran Rahma.
- Jaga Asupan: Kurangi konsumsi kafein berlebihan, minuman manis, dan junk food.
- Bergerak: Hindari terlalu banyak duduk dalam waktu lama karena tidak ergonomis dan memicu masalah kesehatan tulang belakang.
Dengan menjaga kualitas tidur yang baik, nantinya akan membuat gen Z untuk menyambut hari pagi itu dengan lebih bersemangat dan lebih ceria. "Sebenarnya awal mulai dari fisik yang sehat yang oke itu bisa berpengaruh kepada psikis kita juga," kata Enjelina.
Sedangkan dengan menjaga fondasi fisik yang kuat, terutama melalui istirahat yang cukup, Gen Z akan lebih mampu menghadapi pressure (tekanan) di era digital dan meraih kesejahteraan hidup.
"Mulai dengan hal-hal kecil, seperti minum air putih yang banyak dan mengurangi pikiran-pikiran yang tidak perlu. Ingat Fisik yang sehat (misalnya cukup makan) memengaruhi mental (pikiran tenang dan rasa aman). Ketenangan mental akan memengaruhi aktivitas berjalan baik," ucap Rahma.
Baca juga: Tidur Berkualitas Dimulai dari Kebiasaan Sebelum Tidur
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....