Warga Berbondong Isi BBM, Antrean di SPBU Pasiran Padat

  • 20 Mar 2026 10:27 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Singkawang – Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU Ayani Pasiran, Singkawang, sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini mulai terlihat sejak Sabtu lalu dan sempat menimbulkan kepadatan hingga membuat pengelola harus turun langsung mengatur situasi di lapangan.

Pengawas SPBU Ayani Pasiran, Vitro, mengungkapkan bahwa lonjakan antrean terjadi secara tiba-tiba dan cukup mengejutkan pihaknya. Ia bersama tim segera mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi kericuhan di antara para konsumen. “Kita sempat shock karena antrean sangat panjang dan semrawut. Saya langsung turun ke lapangan bersama karyawan untuk mengatur agar tidak terjadi anarkis, seperti saling serobot antrean,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

Untuk membantu pengaturan lalu lintas kendaraan, pihak SPBU juga bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran dari Yayasan Bhakti Suci Singkawang. Kolaborasi ini dilakukan guna memastikan antrean tetap tertib dan tidak menimbulkan kemacetan parah di sekitar lokasi.

Sekretaris Yayasan Bhakti Suci, Tjhin Bui Bui, menjelaskan bahwa pihaknya turut membantu mengatur jalur antrean agar lebih tertib dan efisien. Sistem pembagian jalur pun diterapkan untuk mempercepat proses pengisian bahan bakar. “Kami bantu agar antrean tidak macet dan tetap sesuai aturan, tidak ada yang menyelip. Kita bagi jalur menjadi tiga, sehingga pengisian bisa lebih cepat dan tertib,” katanya.

Saat ini, meskipun volume antrean mulai berkurang dibanding hari-hari sebelumnya, antrean kendaraan masih terus terjadi dan belum sepenuhnya terurai. Pihak SPBU juga memberlakukan pembatasan pembelian BBM subsidi, yakni maksimal 30 liter untuk kendaraan roda empat, sementara sepeda motor dibatasi 3 hingga 5 liter tergantung jenisnya.

Menurut Vitro, salah satu penyebab meningkatnya antrean adalah dampak kebijakan penghentian distribusi BBM menggunakan jerigen. Hal ini membuat masyarakat dari daerah yang jauh dari SPBU terpaksa datang langsung untuk mengisi bahan bakar, sehingga terjadi penumpukan kendaraan.

Hingga kini, belum dapat dipastikan kapan kondisi antrean akan kembali normal. Pengelola berharap adanya evaluasi kebijakan terkait distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa menimbulkan kepadatan di SPBU.

Baca juga: Antrean BBM Mengular, Warga Minta SPBU Sediakan Pertamax

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....