Angkutan Lebaran Sungai Pontianak Turun hingga 90 Persen

  • 12 Mar 2026 12:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Angkutan penumpang sungai di Pontianak saat Lebaran tahun ini tercatat menurun drastis hingga mencapai 80-90 persen. Penurunan tajam terjadi pada angkutan sungai dan danau yang beroperasi di Pelabuhan Sheng Hie serta Dermaga Kapuas Indah, Kota Pontianak.

Kondisi ini berbeda jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya ramai penumpang menjelang Hari Raya. Ketua Pengusaha Gabungan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Kota Pontianak, Edi Marwan, mengatakan penurunan penumpang terjadi karena armada kapal di Pontianak tidak mengalami peremajaan.

“Mengapa bisa menurun 80 sampai 90 persen, karena di Pontianak itu armadanya ibaratnya tidak ada peremajaan dan dari tahun ke tahun hanya itu-itu saja, sedangkan di Rasau Jaya banyak pilihan dari yang mau satu tingkat hingga tiga tingkat,” ujarnya.

Menurutnya, banyak penumpang kini memilih berangkat dari Pelabuhan Rasau Jaya di Kubu Raya karena pilihan kapal lebih beragam serta waktu tempuh lebih singkat. Dari Rasau Jaya, perjalanan menuju wilayah tujuan seperti Olok-Olok Pinang dapat ditempuh sekitar lima hingga enam jam. Sementara dari Pontianak, pilihan kapal yang terbatas membuat perjalanan menjadi kurang diminati.

Saat ini, sebagian besar kapal di Pontianak justru lebih banyak digunakan untuk mengangkut barang, terutama sembilan bahan pokok. Akibatnya, kapal yang sebelumnya mampu mengangkut ratusan penumpang menjelang Lebaran kini hanya membawa sekitar 10 hingga 20 orang per perjalanan. Untuk menutup biaya operasional, para pemilik kapal akhirnya mengalihkan sebagian besar muatan kapal penumpang menjadi angkutan barang kebutuhan pokok.

Sungai Kapuas masih menjadi alternatif bagi pengiriman barang dari Pontianak ke Kapuas Hulu. Data dari Buku Profil Daerah Kalbar 2024, Sungai Kapuas membentang sepanjang 1.086 km, dengan 942 km di antaranya dapat dilayari.

Dahulu, dengan keterbatasan akses jalan, angkutan kapal menjadi solusi utama untuk menembus jarak yang jauh. Namun, perubahan infrastruktur menyusul prasarana jalan darat yang telah menjangkau sebagian besar kecamatan, telah merombak kebutuhan ekspedisi kapal.

Baca juga: Kapal Bandong Berlayar di Tengah Perubahan Bisnis Angkutan

Rekomendasi Berita