Kopi Kojal Binaan BI Kalbar Tembus Pasar Dunia
- 11 Mei 2026 14:56 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Komitmen Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong UMKM naik kelas kembali membuahkan hasil membanggakan tingkat internasional global. UMKM Kopi Kojal asal Kayong Utara kembali menorehkan prestasi dengan menembus pasar internasional melalui ajang World of Coffee Bangkok 2026, setelah sebelumnya sukses tampil pada World of Coffee Jakarta 2025.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kantor Perwakilan BI Kalbar dalam memperkuat pendampingan, kurasi, serta pengembangan kapasitas UMKM unggulan daerah, khususnya sektor kopi spesialti.
Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septadijaya, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil strategi pengembangan UMKM yang dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas produksi, kurasi kualitas, hingga fasilitasi akses promosi global.
“Keberhasilan Kopi Kojal menembus World of Coffee Bangkok 2026 menunjukkan bahwa UMKM Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional apabila mendapatkan pendampingan yang tepat, konsisten, dan berkelanjutan,” ujarnya, di Pontianak, Minggu, 19 Mei 2026.
Melalui program kurasi nasional kopi binaan BI, Kopi Kojal berhasil lolos seleksi ketat dan masuk dalam jajaran 20 kopi terbaik Indonesia binaan Bank Indonesia. Bahkan, Kopi Kojal tercatat sebagai kopi Liberika dengan nilai tertinggi se-Kalimantan.

Peningkatan kualitas kopi tersebut terlihat dari skor cupping yang naik dari 84,42 pada tahun 2025 menjadi 85,58 pada tahun 2026. Karakter rasa yang semakin kuat dinilai mampu bersaing di pasar specialty coffee internasional.
“Peningkatan skor cupping ini menjadi indikator bahwa kualitas kopi Liberika Kayong Utara terus berkembang dan semakin diterima pasar specialty coffee dunia,” kata Doni.
Partisipasi Kopi Kojal pada ajang World of Coffee Bangkok 2026 yang difasilitasi langsung oleh Bank Indonesia juga menghasilkan Letter of Intent atau LoI dari sejumlah buyer internasional asal Singapura, Dubai, Thailand, dan Swedia, serta buyer nasional ternama.
Potensi transaksi yang dihasilkan mencapai 84.875 dolar Amerika Serikat per tahun atau setara sekitar Rp1,4 hingga Rp1,7 miliar.
Menurut Doni, capaian tersebut membuktikan program pendampingan Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan jangka pendek, tetapi juga membangun ekosistem usaha berkelanjutan yang mampu menghasilkan produk berstandar global.
“Pendampingan yang dilakukan Bank Indonesia mencakup penguatan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembinaan petani, pengembangan metode pascapanen, standardisasi mutu, peningkatan nilai tambah produk, sampai membuka akses pasar internasional melalui pameran global,” ujarnya.
Keberhasilan Kopi Kojal juga dinilai menjadi model pengembangan UMKM unggulan daerah yang dapat direplikasi pada sektor lainnya di Kalimantan Barat.
Ke depan, BI Kalbar akan terus memperluas program pembinaan UMKM melalui penguatan produktivitas, digitalisasi, akses pembiayaan, business matching, serta promosi internasional agar semakin banyak UMKM lokal mampu menembus pasar ekspor dunia.
“Keberhasilan Kopi Kojal menjadi bukti bahwa UMKM lokal Kalimantan Barat mampu bertransformasi menjadi pemain global melalui penguatan kualitas, inovasi, dan akses pasar yang luas,” ucap Doni.
Baca juga: Dari Taplak Meja hingga Ekspor, Jalan Panjang UMKM Kalbar Naik Kelas
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....