Fakta di Balik Kebiasaan Minum Es Setelah Makan
- 24 Jun 2025 08:50 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang: Mengkonsumsi air es setelah makan sering kali menjadi kebiasaan yang menyegarkan, terutama saat cuaca panas. Namun, beredar anggapan bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan “perut beku” dan mengganggu proses pencernaan. Bagaimana penjelasan medis terkait hal ini?
Secara ilmiah, tidak terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa air dingin dapat membekukan makanan di dalam lambung atau mengganggu sistem pencernaan. Suhu tubuh manusia akan menyesuaikan suhu makanan atau minuman yang masuk, sehingga proses pencernaan tetap berlangsung secara normal.
Minum air dingin justru dapat membantu meningkatkan asupan cairan harian. Menurut American College of Sports Medicine, kebanyakan orang lebih mudah merasa haus dan terdorong untuk minum lebih banyak ketika air yang dikonsumsi bersuhu dingin. Hal ini tentu lebih baik dibandingkan mengkonsumsi minuman manis, terutama bagi yang ingin menjaga berat badan.
Namun, dalam kondisi tertentu, konsumsi air es sebaiknya dibatasi. Misalnya, pada penderita achalasia yakni gangguan pada kerongkongan, air dingin dapat memperburuk gejala. Selain itu, pada beberapa individu, air es dapat memicu sakit kepala ringan atau menyebabkan lendir lebih kental, sehingga memperberat gejala flu.
| Baca juga: Dampak Buruk Makan Terlalu Cepat |
Di sisi lain, air dingin juga memiliki manfaat. Salah satunya adalah membantu menurunkan suhu tubuh setelah aktivitas fisik. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi air dingin dapat sedikit meningkatkan metabolisme karena tubuh perlu bekerja menyesuaikan suhu internalnya.
Kesimpulannya, minum air es setelah makan tidak berbahaya bagi sebagian besar orang. Selama tidak dikonsumsi secara berlebihan dan tubuh dalam kondisi sehat, kebiasaan ini tetap aman dan dapat memberikan manfaat tertentu bagi tubuh (Lin).
Referensi:
https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/minum-es-setelah-makan/
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....