Dampak Buruk Makan Terlalu Cepat

  • 08 Jun 2026 17:07 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Di tengah tuntutan mobilitas yang tinggi, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan makan terburu-buru. Padahal, ritme makan yang terlalu cepat menyimpan dampak buruk yang signifikan bagi tubuh. Salah satu pemicu utamanya adalah keterlambatan respons otak dalam menerima sinyal kenyang, yang secara ilmiah membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Akibatnya, seseorang cenderung terus menambah porsi makanan sebelum tubuhnya sempat menyadari bahwa kebutuhan kalori harian sebenarnya sudah terpenuhi.

Kebiasaan makan yang tergesa-gesa ini menjadi karpet merah bagi terjadinya konsumsi kalori berlebih secara tidak sengaja. Ketika makanan dihabiskan dalam waktu singkat, akumulasi kalori yang masuk ke dalam tubuh melonjak drastis. Jika pola ini terus dipertahankan dalam jangka panjang, penumpukan kalori tersebut akan berujung pada kenaikan berat badan yang signifikan hingga memicu obesitas.

Selain masalah berat badan, kesehatan saluran pencernaan menjadi taruhan utama dari kebiasaan buruk ini. Akibat minimnya proses pengunyahan di dalam mulut, makanan masuk ke lambung dalam ukuran yang masih terlalu besar. Hal ini tidak hanya meningkatkan risiko tersedak, tetapi juga memicu berbagai keluhan tidak nyaman seperti perut kembung, begah, dan rasa penuh yang menyiksa pada area perut.

Lebih jauh lagi, tumpukan makanan dalam jumlah besar yang masuk secara mendadak akan memberikan tekanan ekstrem pada dinding lambung. Tekanan berlebih ini berpotensi besar memicu penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Gejala ini sering kali disertai dengan sensasi terbakar dan nyeri pada dada, yang tentu saja dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sebagai dampak jangka panjang, ancaman penyakit metabolik juga turut mengintai para pencinta makan cepat. Kombinasi antara kelebihan berat badan dan gangguan sistem pencernaan lambat laun dapat memicu sindrom metabolik, resistensi insulin, hingga penyakit kronis seperti diabetes tipe 2. Oleh karena itu, para ahli sangat menyarankan untuk mulai menikmati makanan secara perlahan dan mengunyahnya dengan sempurna demi investasi kesehatan masa depan.

Sumber:

https://www.alodokter.com/risiko-makan-cepat-dan-manfaat-makan-lebih-lambat

https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/bahaya-makan-cepat-cepat/

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....