Fenomena Pick Me dalam Pergaulan
- 30 Des 2024 07:45 WIB
- Banten
KBRN, Serang : Fenomena "Pick Me" telah menjadi perbincangan hangat di kalangan remaja dan dewasa muda, terutama di era media sosial. Istilah ini menggambarkan perilaku seseorang yang berusaha keras menarik perhatian orang lain dengan cara yang berlebihan atau berusaha terlihat berbeda dari orang lain hanya untuk mendapatkan pengakuan.
Counselor Priaditest, Sheila Rumai Halida mengatakan perilaku ini sering kali berakar dari rasa tidak percaya diri dan kebutuhan untuk mendapatkan validasi eksternal, yang pada akhirnya dapat merusak kesehatan mental seseorang. individu yang terjebak dalam perilaku "Pick Me" cenderung mengabaikan nilai diri mereka sendiri dan lebih fokus pada pencarian persetujuan orang lain.
"Perilaku ini bisa menunjukkan ketergantungan seseorang pada penilaian orang lain, yang justru menghalangi mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang autentik, perilaku ini juga dapat muncul karena tekanan sosial, terutama di media sosial, yang sering kali mempromosikan citra sempurna dan kehidupan ideal,” ucapnya Sabtu (28/12/2024).
Ia juga menambahkan dampak dari perilaku "Pick Me" cukup serius, baik dari sisi psikologis maupun sosial. Orang yang selalu mencari perhatian dengan cara ini sering kali merasa tidak cukup dihargai, dan hubungan yang mereka bangun cenderung tidak sehat, karena lebih berfokus pada persaingan untuk menjadi yang terbaik di mata orang lain. Akibatnya, individu tersebut dapat merasa cemas, tidak puas dengan diri sendiri, dan mudah merasa kecewa apabila perhatian yang diinginkan tidak tercapai.
Sheila juga memberikan saran agar individu yang merasa terjebak dalam pola pikir "Pick Me" dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengutamakan nilai-nilai pribadi. "Menghargai diri sendiri dan membangun hubungan yang didasari oleh kejujuran serta rasa saling menghormati dapat membantu seseorang terlepas dari kebiasaan ini," kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....