Pengembangan Industri Budaya Tradisional Korea: Modernisasi untuk Masa Depan
- 28 Des 2024 10:47 WIB
- Voice of Indonesia
KBRN, Seoul: Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengumumkan rencana ambisius untuk membangun ekosistem industri budaya tradisional yang lebih modern dan terintegrasi. Langkah ini bertujuan menjadikan budaya tradisional sebagai salah satu merek unggulan yang diakui secara global.
Melansir Korea.net, dalam rapat yang diadakan pada Jumat (27/12/2024), pejabat kementerian menetapkan arah kebijakan dan tugas utama untuk pengembangan industri budaya tradisional selama lima tahun mendatang (2025-2029). Salah satu fokus utamanya adalah mendorong pertumbuhan sektor ini melalui dukungan bagi bisnis, penelitian, dan pengembangan (R&D).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, kementerian akan mengembangkan pusat khusus untuk mendukung berbagai aspek industri budaya tradisional, mulai dari pendidikan, promosi, hingga distribusi. Kolaborasi antara pelaku bisnis dan pengrajin juga akan dioptimalkan untuk menciptakan produk modern yang relevan dengan tren konsumsi saat ini.
Promosi R&D akan mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari pengadaan bahan hingga pemasaran produk budaya. Selain itu, kementerian berencana merilis data artefak untuk mendorong penciptaan konten berbasis teknologi, seperti barang budaya yang mendalam. Langkah ini didukung pula oleh konsultasi investasi dan crowdfunding untuk menarik lebih banyak pendanaan ke sektor tersebut.
Upaya menarik minat masyarakat terhadap budaya tradisional juga akan diperkuat melalui berbagai program. Misalnya, Pekan Budaya Hanbok yang diselenggarakan setiap Oktober akan mempromosikan penggunaan Hanbok dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kompetisi inovasi produk berbahan dasar Hanji (kertas tradisional Korea) akan menciptakan peluang konsumsi baru.
Sebagai bagian dari ekspansi global, kementerian akan memperluas distribusi Hanbok sebagai seragam kerja, menyediakan panduan desain dengan warna khas Korea untuk ruang publik, serta mendistribusikan panduan ini ke Pusat Kebudayaan Korea (KCC) dan Institut King Sejong di luar negeri.
Kementerian juga akan memperluas saluran distribusi daring dan luring untuk memperkuat penetrasi budaya tradisional di pasar internasional. Strategi ini mencakup promosi melalui pameran seperti Maison and Objet, pemanfaatan infrastruktur KCC di luar negeri, dan produksi konten gaya Korea untuk platform penyiaran dan streaming.
Melalui langkah-langkah ini, Korea Selatan berharap tidak hanya melestarikan warisan budaya tradisionalnya, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang signifikan sekaligus meningkatkan pengakuan global terhadap identitas budaya Korea.
Sumber: Korea.net
News Recomendation
Loading latest news.....