Menekraf: Indikator Ekonomi Kreatif Tunjukkan Tren Pertumbuhan Positif
- 21 Des 2024 03:12 WIB
- Voice of Indonesia
KBRN, Jakarta: Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan sejak 10 tahun yang lalu, pertumbuhan berbagai indikator ekonomi kreatif menunjukkan tren positif. Ia menjelaskan, pada 2024 nilai ekspor ekonomi kreatif bisa mencapai Rp401,61 triliun, tumbuh signifikan dari 2023 dan diproyeksikan meningkat 5,15% di tahun 2025.
Dalam "Jumpa Pers Akhir Tahun 2024" di Jakarta, Jumat (20/12/2024) Riefky menambahkan, nilai tambah ekonomi kreatif tahun 2024 mencapai Rp1.500 triliun. Jumlah ini diproyeksikan tumbuh sebesar 5,54% di 2025.
"Untuk nilai tambah ekonomi kreatif tahun 2024 nilainya akan mencapai Rp1.500 triliun. Tahun depan nilai tambah ekonomi kreatif diproyeksikan tumbuh sebesar 5,54%," katanya.
Teuku Riefky lebih lanjut menyatakan, pada 2025 Kemenekraf memiliki 17 sub-sektor ekonomi kreatif. Dari jumlah itu, pihaknya memprioritaskan sub-sektor Kuliner, Kriya dan Fesyen untuk menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB).
Namun, menurut Riefky, terdapat sub-sektor baru dalam ekonomi kreatif yang sedang berkembang dengan pesat. Misalnya sektor film, animasi dan video gim. Ia menjelaskan sub-sektor tersebut juga perlu mendapat perhatian.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menambahkan sub-sektor lain yang patut diperhatikan adalah konten digital dan kreator konten. Menurut dia, di sektor tersebut terdapat pemengaruh (influencer) dan V-Tuber yang kini menjadi pekerjaan baru yang menjamur di masyarakat. Sektor lain yang juga menjadi perhatian adalah munculnya Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).
News Recomendation
Loading latest news.....