Festival Tanjung Waka 2024 Usung Tema Pariwisata Berkelanjutan

  • 13 Des 2024 12:48 WIB
  •  Voice of Indonesia

KBRN, Jakarta: Kepulauan Sula kembali memukau dengan pelaksanaan Festival Tanjung Waka 2024, yang akan digelar pada 13-15 Desember mendatang. Acara ini mengusung tema "Sula Menuju Green dengan Konservasi Ekosistem, Budaya, dan Sejarah Melalui Edo-Eko Festival" yang bertujuan menciptakan pariwisata berkelanjutan.

Festival ini merupakan agenda tahunan yang sudah memasuki tahun ketiga dalam kepemimpinan Bupati Hj. Fifian Adeningsi Mus, SH dan Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si. Sekda Kabupaten Kepulauan Sula sekaligus Ketua Panitia Festival, Muhlis Soamole dalam wawancara program Keliling Indonesia VOI pada Rabu (11/12/2024), mengatakan Festival Tanjung Waka telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai salah satu festival terbaik di Maluku Utara.

"Tahun ini, kami fokus pada keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal, serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pelaksanaannya," ujar Muhlis.

Salah satu kegiatan unggulan festival adalah beach clean-up atau pembersihan pantai. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat, pemangku kepentingan, hingga aparat TNI-Polri.

"Kami berharap konsep ini mampu menjadikan pesisir pantai di Kepulauan Sula bebas dari sampah plastik, sekaligus menjaga ekosistem laut," tambah Muhlis.

Dari segi budaya, tarian khas seperti Tari Lakabaka dan Tari Belayai akan memeriahkan festival. Tari Lakabaka akan dibawakan oleh 1.500 penari di atas 300 armada kapal, termasuk perahu kora-kora yang menjadi ciri khas nelayan setempat. Sementara Tari Belayai, yang memiliki nilai sejarah sejak masa kunjungan Wakil Presiden Mohammad Hatta ke Sula, akan ditampilkan di Desa Fat Koyun.

Persiapan festival ini berjalan intensif meskipun hanya memiliki waktu dua minggu setelah pesta demokrasi di Kepulauan Sula. Panitia memastikan bahwa area festival telah 90% siap, dengan stand-stand berbasis kearifan lokal, seperti bambu dan atap tradisional. Uniknya, tahun ini festival memasang target pemecahan rekor MURI untuk jumlah penari terbanyak di atas kapal.

"Ini menjadi pembeda utama dari tahun-tahun sebelumnya," jelas Muhlis.

Selain itu, festival juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Kepulauan Sula, khususnya setelah berakhirnya pesta demokrasi. Bagi yang tidak dapat hadir langsung, pemerintah daerah bekerja sama dengan Telkom CL menyediakan layanan live streaming agar masyarakat dapat menyaksikan festival secara virtual.

"Walaupun ada keterbatasan jaringan, kami pastikan masyarakat tetap dapat menikmati festival ini," ungkap Muhlis.

Festival Tanjung Waka 2024 diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas budaya Kepulauan Sula sebagai salah satu destinasi unggulan di Maluku Utara. Masyarakat dari berbagai daerah pun diundang untuk datang dan menikmati keindahan serta kekayaan budaya yang ditawarkan festival ini.

News Recomendation

Latest News

Loading latest news.....