Curhat Kaká, Kenang Piala Dunia hingga Singgung Messi dan Yamal Final Pildun 2026

  • 19 Jul 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Legenda Timnas Brasil, Kaká mengenang, salah satu momen paling berharga dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola internasional.
  • Bagi peraih Ballon d'Or 2007 itu, mengangkat trofi Piala Dunia 2002 bersama Brasil menjadi pengalaman yang tidak pernah terlupakan.
  • Tidak hanya itu, Kaká juga buka suara, terkait laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina. Mentalitas pemain bintang muda Spanyol, Lamine Yamal dan megabintang Argentina, Lionel Messi pun disorotnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Legenda Timnas Brasil, Kaká mengenang, salah satu momen paling berharga dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola internasional. Bagi peraih Ballon d'Or 2007 itu, mengangkat trofi Piala Dunia 2002 bersama Brasil menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Tidak hanya itu, Kaká juga buka suara, terkait laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina. Mentalitas pemain bintang muda Spanyol, Lamine Yamal dan megabintang Argentina, Lionel Messi pun disorotnya.

Kaká mengatakan, momen menyentuh trofi juara Piala Dunia menjadi puncak emosinya sebagai pesepak bola. Menurutnya, tidak ada pencapaian lain yang mampu menandingi perasaan ketika membawa Brasil menjadi juara dunia.

"Mengangkat trofi itu adalah momen paling mendebarkan dalam hidupku," ujar Kaká dalam acara yang digelar Adidas seperti dilansir Marca, Minggu, 19 Juli 2026. Kaká mengaku perjalanan menuju momen tersebut dimulai sejak masa kecil.

Kaká tumbuh dengan menyaksikan Brasil menjadi juara dunia pada 1994, dan merasakan kekecewaan saat final 1998. Hingga pada akhirnya, Kaká menjadi bagian dari skuad juara pada Piala Dunia 2002.

Meski nyaris tidak mendapat kesempatan bermain sepanjang turnamen Piala Dunia 2002, Kaká tetap menganggap pengalaman itu sebagai berkah besar. Ia bahkan, sempat dipanggil Luiz Felipe Scolari untuk masuk pada final melawan Jerman.

"Scolari memanggilku, dan aku menunggu lima atau tujuh menit di pinggir lapangan, tapi bola tidak keluar dari lapangan. Saat pertandingan berakhir, aku hanya punya waktu untuk kembali ke bangku cadangan, mengambil bendera, dan mulai merayakan," ucap Kaká.

Alih-alih kecewa, Kaká menilai, Piala Dunia 2002 justru menjadi titik balik dalam hidupnya. Selama 52 hari berada di dalam skuad Brasil, ia merasa mendapat pelajaran berharga dari para pemain terbaik dunia.

"Itu adalah berkah. Itu mengubah hidup dan karierku. Aku menghabiskan 52 hari hidup bersama para pemain terbaik dunia dan belajar dari mereka," ujar Kaká.

Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, Kaká turut membagikan pandangannya mengenai kedua finalis. Ia menilai, Spanyol tampil penuh percaya diri setelah melewati perjalanan impresif menuju partai puncak.

Sementara itu, Argentina dinilai memiliki mental pantang menyerah yang menjadi kekuatan terbesar mereka sepanjang turnamen. Kaká menyebut, semangat juang tersebut sebagai salah satu faktor yang membuat Albiceleste kembali mencapai final.

Kaká juga memberikan perhatian khusus kepada Lamine Yamal. Menurutnya, gelar juara dunia di usia muda dapat mengubah arah karier dan kehidupan pribadi pemain muda Spanyol tersebut.

"Di usia 19 tahun, ia bisa saja menjadi juara dunia besok. Hal itu bisa mengubah seluruh kariernya, juga kehidupan pribadinya," ujar Kaká.

Tak lupa, ia melontarkan pujian kepada Lionel Messi yang tetap tampil kompetitif meski telah meraih hampir seluruh gelar bergengsi. Kaká menganggap, mentalitas Messi sebagai teladan bagi pesepak bola maupun siapa pun yang ingin terus berkembang.

"Dia sudah memenangkan segalanya, namun, melihatnya di usia 39 tahun tetap termotivasi untuk bersaing adalah sumber inspirasi. Banyak orang menurunkan standar setelah mencapai semua tujuan, tetapi dia tetap ingin menjadi lebih baik," ucap Kaká.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....