Donald Trump Ingin AS Kembali Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

  • 19 Jul 2026 06:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Donald Trump ingin Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia tanpa Kanada dan Meksiko.
  • Amerika Serikat berpeluang mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2038 sesuai sistem rotasi FIFA.
  • Trump juga kembali menyinggung polemik pembatalan sanksi Folarin Balogun pada Piala Dunia 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginginkan negaranya kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada masa mendatang. Namun, ia berharap turnamen berikutnya digelar tanpa melibatkan Kanada dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri resepsi Piala Dunia di Trump Tower, New York, Jumat, 17 Juli 2026. Acara itu digelar menjelang final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina.

Dalam kesempatan itu, Trump menyampaikan langsung keinginannya kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Menurutnya, Amerika Serikat layak kembali menjadi penyelenggara tunggal ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

"Anda seharusnya memilih Amerika Serikat lagi. Kali ini kita akan meninggalkan Kanada dan Meksiko," kata Trump dikutip dari REUTERS.

Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berbagi peran sebagai tuan rumah dalam turnamen yang diikuti 48 negara tersebut.

Meski digelar bersama, Amerika Serikat mendapat porsi pertandingan paling banyak dibandingkan dua negara lainnya. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 laga dimainkan di Amerika Serikat, termasuk seluruh pertandingan mulai perempat final hingga final.

Trump kemudian berkelakar agar FIFA mengalihkan sorotan publik kepada negara lain. Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi kritik yang selama ini diarahkan kepada Amerika Serikat.

"Pilih saja orang lain. Agar sebagian kemarahan, kebencian, dan ketegangan itu beralih," ujarnya.

Pernyataan tersebut kembali memunculkan pembahasan mengenai peluang Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. Hingga kini, FIFA belum menetapkan negara penyelenggara untuk edisi tersebut.

Piala Dunia 2030 telah diberikan kepada Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Sementara itu, Arab Saudi dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Dengan sistem rotasi FIFA saat ini, kawasan Amerika Utara dan Oseania masih memenuhi syarat mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2038. Kondisi tersebut membuat peluang Amerika Serikat tetap terbuka meski baru menjadi tuan rumah pada 2026.

Dalam acara yang sama, Trump mengungkapkan Gianni Infantino pernah membahas kemungkinan Amerika Serikat menjadi tuan rumah bersama China. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut perkembangan pembicaraan tersebut.

Selain membahas tuan rumah, Trump kembali menyinggung polemik kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Ia mengaku sempat meminta Infantino meninjau kembali hukuman larangan bermain terhadap pemain tersebut.

FIFA kemudian membatalkan sanksi satu pertandingan sehingga Balogun dapat kembali memperkuat Amerika Serikat. Keputusan itu memicu kontroversi karena dinilai sebagai bentuk intervensi politik terhadap federasi sepak bola dunia.

Trump menilai keputusan tersebut sudah tepat karena membuat tim nasional Amerika Serikat tampil dengan kekuatan penuh. Meski demikian, langkah tuan rumah tetap terhenti setelah kalah 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar.

Trump dijadwalkan menghadiri final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu, 19 Juli 2026. Selain menyaksikan pertandingan, ia juga akan menyerahkan trofi kepada tim juara seusai laga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....