Kabar Duka, Jayden Adams Tutup Usia, setelah Tampil di Piala Dunia 2026

  • 12 Jul 2026 09:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jayden Adams meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah tampil di Piala Dunia 2026.
  • Adams membela Afrika Selatan dalam tiga pertandingan Piala Dunia meski baru kehilangan sang nenek sehari sebelum salah satu laga.
  • Sebelum Piala Dunia, Adams membantu Mamelodi Sundowns menjuarai Liga Champions Afrika.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dunia sepak bola Afrika Selatan berduka setelah gelandang tim nasional, Jayden Adams, meninggal dunia pada usia 25 tahun. Kabar duka itu diumumkan oleh serikat pemain sepak bola Afrika Selatan pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Hingga kini, penyebab meninggalnya Adams masih belum diumumkan secara resmi. Kepergiannya mengejutkan publik karena sang pemain baru saja membela negaranya di Piala Dunia FIFA 2026.

Dalam pernyataannya, Serikat Pemain Sepak Bola Afrika Selatan menyebut Adams sebagai sosok yang membela negaranya dengan penuh kebanggaan dan keberanian. Organisasi itu juga menyebut kepergiannya sebagai kehilangan besar bagi keluarga, rekan setim, dan sepak bola Afrika Selatan.

“Persatuan Pemain Sepak Bola Afrika Selatan (SAFPU) sangat terpukul atas meninggalnya gelandang Mamelodi Sundowns dan Bafana Bafana, Jayden Adams, secara mendadak. Jayden baru saja mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia FIFA, membawa harapan bangsa dengan bangga, keberanian, dan prestasi yang gemilang,” kata pernyataan tersebut, dikutip Aljazeera, Minggu, 12 Juli 2026.

Adams tampil dalam tiga pertandingan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026. Ia menjadi starter saat timnya bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko dan kalah 0-2 dari Meksiko.

Ia kemudian masuk sebagai pemain pengganti saat Afrika Selatan mengalahkan Korea Selatan 1-0. Adams juga berada di bangku cadangan ketika langkah timnya terhenti setelah kalah dari Kanada pada 28 Juni lalu.

Perjalanan Adams di Piala Dunia berlangsung di tengah suasana duka pribadi. Neneknya, Marianna Adams, meninggal dunia sehari sebelum laga melawan Republik Ceko.

Meski begitu, Adams tetap memutuskan untuk tampil membela negaranya. Keputusan tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie.

McKenzie mengaku sempat menghubungi Adams untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sang nenek. Menurutnya, keputusan Adams tetap mengenakan seragam tim nasional menunjukkan karakter dan profesionalisme yang luar biasa.

“Saya akan selalu mengingat betapa rendah hati dan penuh rasa terimakasih yang ia sampaikan kepada saya. Pilihannya untuk mengenakan jersey tim nasional dan memberikan seluruh kemampuannya untuk negara ini menunjukan karakternya yang profesional melampaui usianya,” ujar pernyataan Gayton McKenzie.

Sebelum tampil di Piala Dunia, Adams turut membantu Mamelodi Sundowns menjuarai Liga Champions Afrika musim ini. Ia bergabung dengan klub tersebut setelah sebelumnya memperkuat Stellenbosch FC.

Adams juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rekan-rekannya. Ia pernah mendedikasikan medali juara Liga Champions Afrika untuk mantan rekan setimnya di Stellenbosch, Oshwin Andries, yang meninggal pada 2023.

Kepergian Jayden Adams meninggalkan duka mendalam bagi sepak bola Afrika Selatan. Banyak pihak mengenangnya sebagai pemain berbakat yang masih memiliki masa depan panjang di lapangan hijau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....