'Wonderwall’ jadi Lagu Kebanggaan Tak Resmi Inggris di Piala Dunia 2026
- 07 Jul 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 'Wonderwall' karya Oasis menjadi lagu tidak resmi Timnas Inggris selama Piala Dunia 2026.
- Lagu tersebut mulai identik dengan Inggris setelah kemenangan atas Kroasia di fase grup.
- Harry Kane menyebut momen suporter menyanyikan "Wonderwall" sebagai salah satu kenangan favoritnya bersama The Three Lions.
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah perjuangan di Piala Dunia 2026, ada satu hal yang tak pernah absen setiap The Three Lions meraih kemenangan. Lagu ‘Wonderwall’ band legendaris Oasis kini menjelma menjadi anthem tidak resmi yang selalu dinyanyikan para suporter usai pertandingan.
Lagu tersebut mulai identik dengan Inggris sejak fase grup Piala Dunia 2026. Seusai kemenangan atas Kroasia, ‘Wonderwall’ diputar di stadion dan langsung disambut ribuan pendukung yang kompak bernyanyi bersama.
Sejak saat itu, lagu ciptaan Oasis tersebut terus diputar setiap Inggris meraih kemenangan. Suasananya-pun menjadi salah satu pemandangan khas yang mengiringi perjalanan tim asuhan Thomas Tuchel di Piala Dunia tahun ini.
Sebelum Piala Dunia dimulai, FIFA meminta setiap negara peserta mengajukan sejumlah lagu yang akan diputar apabila tim mereka menang. Inggris mengirim beberapa pilihan, di antaranya ‘Sweet Caroline’, ‘Hey Jude’, dan ‘Wonderwall’.
Namun, menurut ESPN, ‘Wonderwall’ akhirnya menjadi lagu utama setelah mendapat respons luar biasa dari para pendukung. Lagu tersebut dinilai sangat tepat mengingat Oasis merupakan salah satu band paling ikonik asal Inggris.
Kapten Inggris, Harry Kane, mengaku momen ketika para suporter menyanyikan lagu tersebut menjadi salah satu kenangan favoritnya. Baginya, lagu itu mencerminkan hubungan emosional yang kuat antara pemain dan pendukung.
"Yang paling saya rasakan adalah hubungan emosional dengan para suporter. Kami tahu betapa besar arti tim ini bagi mereka," kata Kane dalam podcast Lions' Den.
Dalam sebuah video ekspresi haru Kane saat mendengar nyanyian ‘Wonderwall’ sempat tertangkap kamera. Momen itu kemudian ramai dibagikan di media sosial.
Tradisi lagu kemenangan bukan hanya dimiliki Inggris. Amerika Serikat, misalnya, memilih ‘Take Me Home, Country Roads’ karya John Denver.
Kini, setiap kali peluit panjang berbunyi dan Inggris keluar sebagai pemenang, ribuan pendukung kembali menyanyikan ‘Wonderwall’. Lagu yang dirilis pada 1995 itu pun telah menjadi bagian dari perjalanan The Three Lions dalam memburu trofi Piala Dunia.
Dukungan terhadap penggunaan ‘Wonderwall’ juga datang dari personel Oasis. Noel Gallagher mengaku tak menyangka lagu yang dirilis pada 1995 itu kini menjadi anthem tidak resmi Timnas Inggris.
"Saya pikir itu adalah momen yang luar biasa. Lagu itu milik rakyat, dan menjadi momen ajaib antara rakyat dan para pemain," ujar Noel.
Sementara itu, Liam Gallagher turut menanggapi meningkatnya popularitas ‘Wonderwall’ selama Piala Dunia. Setelah Spotify mencatat lonjakan sekitar 50 persen untuk jumlah streaming lagu tersebut di Inggris.
"Memang sudah seharusnya begitu. Ini lagu klasik yang luar biasa, dan suara saya terdengar seperti Biblical dalam lagu itu," kata Liam di akun media sosialnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....