Tanjung Verde Pulang dengan Rasa Bangga, meski Kalah di Piala Dunia 2026
- 04 Jul 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kiper Vozinha melakukan 8 penyelamatan gemilang, termasuk 4 dari tendangan Lionel Messi.
- Tanjung Verde mencatat sejarah sebagai negara terkecil yang berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia.
- Tanjung Verde kalah dari Argentina 2-3 setelah perpanjangan waktu di pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Meski kalah dari Argentina, Tanjung Verde pulang dengan rasa bangga. Laga 32 besar di Stadion Miami, Sabtu, 4 Juli, menjadi penutup penampilan sang debutan di Piala Dunia 2026.
Meski demikian, pelatih Tanjung Verde, Bubista, menilai timnya sudah mampu menunjukkan karakter luar biasa sepanjang pertandingan. "Saya rasa tidak ada tim lain yang bisa mencetak dua gol seperti itu ke gawang Argentina," ujarnya.
Tanjung Verde sempat menahan imbang Argentina 2-2 sampai 90 menit penuh waktu normal berakhir. Seolah mereka tidak pernah membiarkan si juara bertahan mengalahkan mereka.
Kiper Vozinha juga tampil gemilang dengan melakukan 8 penyelamatan. 4 di antaranya merupakan upaya pertahanan dari tendangan Lionel Messi.
Namun, akhirnya si Hiu Biru harus mengakui kekalahan setelah peluit panjang waktu tambahan dibunyikan. Cristiano Romero jadi pahlawan setelah mencetak gol penentu pada menit ke-111 dan mempertahankan skor sampai selesai.
Meski hasilnya tak sesuai harapan, Bubista mengatakan timnya pantas bangga atas perjuangan dan kerja keras tersebut. Menurutnya, para pemain sudah tampil berani dan tangguh sampai bisa berada di titik ini.
"Saya hanya bisa berterima kasih. Terima kasih atas kerja keras dan hati besar seluruh pemain," ucap Bubista.
Performa Tanjung Verde ini turut mendapat pujian dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni. "Mereka membuktikan bahwa mereka adalah tim yang sangat bagus," katanya.
Di sisi lain, Vozinha mengaku sedih gagal membawa timnya melangkah lebih jauh di Piala Dunia. Tetapi kiper berusia 40 tahun itu memilih untuk melihat dari sisi positifnya.
"Hari ini kami mampu bertarung sejajar melawan tim seperti Argentina. Kami sudah mengerahkan segalanya," ujar Vozinha.
"Dan kami tetap bangga atas pencapaian ini di Piala Dunia," ucap dia, melanjutkan. Dirinya menyatakan Tanjung Verde telah mengangkat nama negara lewat keberanian para pemain menghadapi lawan-lawan kuat.
Layaknya mimpi mereka sebelum berangkat ke Piala Dunia. Kapten tim, Ryan Mendes, pernah mengatakan bahwa skuadnya membawa ambisi untuk bisa menghadapi negara-negara besar.
"Satu hal pasti, kami tidak datang hanya untuk memainkan tiga pertandingan lalu pulang. Entah itu Prancis, Argentina, Brasil, Portugal, atau Jerman, kami ingin setidaknya bisa menemui salah satu dari tim-tim itu," kata Mendes, dikutip dari FIFA.
Kini, Tanjung Verde mencatat sejarah sebagai negara terkecil yang berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia. Pencapaian itu diharapkan menjadi modal penting untuk perkembangan sepak bola Tanjung Verde ke depannya.
"Kami negara kecil, tapi kami mampu bersaing dengan tim terbaik. Kami ingin terus berkembang," ucap Bubista.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....