Innalilahi! Kiper Palestina Al-Ashqar Meninggal, akibat Tembakan di Jalur Gaza
- 03 Jul 2026 06:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel di Jalur Gaza.
- PFA menyebut Al-Ashqar menjadi salah satu dari 1.009 insan olahraga Palestina yang meninggal sejak Oktober 2023.
- Klub Deportivo Palestino menyampaikan belasungkawa dan menyerukan keadilan serta perdamaian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel di Jalur Gaza pada awal pekan ini. Kabar tersebut disampaikan Asosiasi Sepak Bola Palestina (Palestine Football Association) berdasarkan pernyataan resmi yang diterbitkan organisasi tersebut.
Asosiasi Sepak Bola Palestina menyebut Al-Ashqar meninggal, setelah terkena tembakan pasukan Israel di wilayah Al-Qarara, timur laut Khan Younis. Organisasi itu juga menyatakan Al-Ashqar menjadi bagian dari ratusan insan olahraga Palestina yang meninggal sejak Oktober 2023.
"Penjaga gawang tim Khan Younis Services, Salim Khader Al-Ashqar, bergabung dengan barisan para martir gerakan olahraga Palestina. Ia gugur akibat tembakan tentara pendudukan di kota Al-Qarara, timur laut Khan Younis," tulis Palestine Football Association dalam keterengan pers yang diterima RRI, Senin, 29 Juni 2026.
PFA menambahkan Al-Ashqar sebelumnya memperkuat klub Al-Aqsa dan Al-Masdar di Jalur Gaza selama perjalanan karier sepak bolanya. Menurut PFA, jumlah atlet Palestina yang meninggal selama konflik telah melampaui seribu orang dari berbagai cabang olahraga.
Organisasi tersebut menyebut sebanyak 1.009 insan olahraga meninggal. Termasuk 567 orang yang berasal dari komunitas sepak bola Palestina.
Al-Ashqar diketahui baru menikah sekitar lima bulan sebelum kabar meninggalnya diumumkan kepada publik secara resmi. Istrinya saat ini sedang mengandung anak pertama mereka, sementara Al-Ashqar merupakan putra tunggal di keluarganya.
"Dengan gugurnya Al-Ashqar, jumlah martir dari gerakan olahraga sejak dimulainya perang meningkat menjadi 1.009 orang. Sebanyak 567 di antaranya berasal dari keluarga besar sepak bola Palestina," tulis pernyataan PFA.
Keterangan tersebut juga menyebut Al-Ashqar merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya yang memiliki tujuh saudara perempuan. Kabar meninggalnya Al-Ashqar memunculkan duka dari keluarga, rekan setim, serta komunitas olahraga Palestina dan internasional.
Sejumlah pihak turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut melalui pernyataan resmi di berbagai platform. Klub asal Chili, Deportivo Palestino, turut menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan yang dirilis pada Rabu, 1 Juli 2026.
Klub tersebut juga menyerukan terwujudnya keadilan. Dan perdamaian menyusul kabar meninggalnya penjaga gawang Palestina berusia 32 tahun tersebut.
"Kami sangat berduka atas kematian tragis kiper Palestina berusia 32 tahun, Salim Al-Ashqar. Ia dibunuh oleh tentara Israel dan kami menyerukan keadilan serta perdamaian," tulis Deportivo Palestino.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....