Pesan Menyentuh Timnas Iran: "Kehormatan Lebih Berharga dari Kemenangan"

  • 28 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran meninggalkan pesan menyentuh di ruang ganti usai bermain imbang melawan Mesir.
  • Isi pesan menekankan pentingnya kehormatan, karakter, dan fair play dalam sepak bola.
  • Iran dipastikan gagal lolos ke babak 32 besar setelah hasil di grup lain membuat mereka tersingkir dari persaingan tim peringkat ketiga terbaik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Iran kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 lewat sebuah pesan tulis tangan. Pesan itu mereka tinggalkan di ruang ganti Seattle Stadium usai menghadapi Mesir pada laga terakhir Grup G.

Sebelumnya, Iran juga sempat meninggalkan pesan serupa setelah pertandingan melawan Selandia Baru di Los Angeles. Saat itu, Team Melli menyampaikan terima kasih atas sambutan yang mereka terima dan menegaskan bahwa semangat Iran tetap hidup dan teguh.

Kali ini, setelah bermain imbang 1-1 melawan Mesir, Iran kembali meninggalkan surat berisi pesan. Dalam pesan tersebut tertulis tentang sportivitas, kehormatan, dan rasa terima kasih kepada tuan rumah serta para pendukung mereka.

Laga melawan Mesir pada Sabtu, 27 Juni 2026, waktu WIB meninggalkan kesan yang cukup kontroversial. Setelah satu gol Iran pada menit-menit akhir dianulir melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR).

Dalam pesan tersebut, Iran menuliskan bahwa mereka berasal dari negeri yang selama ribuan tahun menjunjung kehormatan di atas kemenangan. Mereka juga menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal hasil, tetapi juga ujian karakter.

“Kami berasal dari Iran, dari negeri yang selama ribuan tahun menjunjung tinggi kehormatan di atas kemenangan. Bagi kami, sepak bola bukan sekadar kompetisi demi hasil akhir, melainkan sebuah ujian karakter,” kata isi pesan tersebut.

“Barangkali poin dapat diraih dengan berbagai cara, tetapi rasa hormat tidak. Sebuah tim mungkin bisa lolos dari fase grup, tetapi hanya melalui kejujuran dan kehormatan seseorang dapat dikenang oleh sejarah.”

Iran juga menegaskan bahwa fair play bukan sekadar aturan dalam sepak bola, melainkan jiwa dari olahraga itu sendiri. “Sportivitas bukan sekadar satu butir aturan dalam sepak bola, melainkan jiwa dari permainan itu sendiri,” ucap mereka.

Di akhir surat, mereka menyampaikan terima kasih kepada warga Seattle atas sambutan yang diberikan. Serta kepada seluruh masyarakat Iran yang telah memberikan dukungan penuh selama turnamen berlangsung.

“Terima kasih Seattle atas keramahtamahannya, dan terima kasih kepada seluruh rakyat Iran yang telah memberikan hati, suara, dan seluruh jiwa mereka untuk Iran. Iran akan selalu berdiri tegak,” tulis mereka dalam penutup pesan tersebut.

Di atas lapangan, Iran menutup fase grup di peringkat ketiga Grup G dengan koleksi tiga poin. Team Melli sempat memiliki peluang untuk lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Namun, harapan itu akhirnya pupus setelah hasil pertandingan di grup lain tidak berpihak kepada mereka. Kemenangan Republik Demokratik Kongo atas Uzbekistan dengan skor 3-1.

Ditambah hasil imbang 3-3 antara Aljazair dan Austria pada laga terakhir Grup J. Hasil tersebut membuat Iran dipastikan gagal masuk ke dalam delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Meski langkah mereka terhenti di fase grup, sikap Iran yang kembali meninggalkan pesan penuh sportivitas mendapat apresiasi luas di media sosial. Banyak penggemar sepak bola menilai tindakan tersebut mencerminkan nilai-nilai hormat, kemanusiaan, dan semangat yang mereka junjung sepanjang turnamen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....