Van Dijk Nilai 'Hydration Break' Bisa Ganggu Ritme Pertandingan Piala Dunia

  • 23 Jun 2026 05:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Virgil van Dijk mengkritik kebijakan hydration break FIFA karena dinilai seharusnya diterapkan berdasarkan kondisi cuaca setiap pertandingan.
  • Bek Belanda itu menilai jeda minum berpotensi mengganggu ritme laga dan lebih menguntungkan kepentingan siaran televisi.
  • FIFA tetap mempertahankan aturan hydration break selama tiga menit setiap babak sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan pemain di Piala Dunia 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kapten Belanda Virgil van Dijk melontarkan kritik terhadap kebijakan hydration break yang diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026. Bek Liverpool itu menilai jeda minum seharusnya diterapkan secara situasional, bukan pada seluruh pertandingan, tanpa pengecualian.

Kebijakan yang mewarnai pertandingan Piala Dunia 2026 mulai menuai kritik dari sejumlah pemain, termasuk Virgil van Dijk. Ia berkaca pada pertandingan Belanda melawan Jepang di Dallas yang berakhir imbang dengan skor 2-2 kemarin.

Menurutnya, penerapan jeda minum dalam pertandingan tersebut terasa kurang relevan dengan kondisi yang ada. Ia menilai suhu stadion tidak cukup ekstrem untuk mengharuskan penghentian pertandingan di tengah jalannya laga.

Selain itu, Dallas Stadium telah dilengkapi sistem pendingin udara yang mendukung kenyamanan pemain selama pertandingan. Karena itu, Van Dijk menilai kebijakan tersebut sebaiknya diterapkan berdasarkan kondisi masing-masing pertandingan.

"Jeda minum agak menarik, karena saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini. Dan setiap kali ada jeda iklan sebentar. Tidak terlalu saya sukai," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin malam, 22 Juni 2026.

Ia juga menilai jeda minum berpotensi lebih menguntungkan kepentingan siaran televisi dibanding kebutuhan pemain. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat mengganggu ritme pertandingan dan mengurangi pengalaman menonton penonton.

"Saya pikir bagi penonton netral di TV juga tidak senang, jika cuacanya sangat panas, tentu akan bagus. Tapi, menurut saya, kita harus melihatnya di setiap pertandingan secara terpisah," ujarnya.

Pernyataan Van Dijk menambah perdebatan mengenai efektivitas aturan hydration break pada Piala Dunia 2026. Dengan kondisi cuaca yang berbeda di berbagai lokasi pertandingan, usulan penerapan secara selektif dinilai dapat menjadi bahan evaluasi FIFA ke depan.

Sebelumnya, FIFA mengatakan bahwa hydration break adalah waktu jeda selama tiga menit di tengah pertandingan. Yakni pada babak pertama dan babak kedua untuk para pemain.

"Pemain di Piala Dunia 2026 akan mendapat manfaat dari istirahat minum selama tiga menit. Yaitu di setiap babak karena FIFA memprioritaskan kesejahteraan," tulis FIFA.

Dalam praktiknya wasit akan menghentikan pertandingan pada menit ke-22 setiap babak. Dalam hal ini wasit yang akan menentukan waktu pasti, menyesuaikan situasi laga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....