Timnas Iran Hanya Diizinkan Singgah Singkat di AS Selama Piala Dunia 2026

  • 17 Jun 2026 11:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat mengonfirmasi timnas Iran harus meninggalkan wilayah AS beberapa jam setelah pertandingan Piala Dunia berakhir.
  • Kebijakan tersebut memicu kritik dari kubu Iran yang menilai proses perjalanan mengganggu pemulihan dan persiapan tim.
  • AS menyatakan seluruh pemain dan pelatih Iran telah menerima visa, meski beberapa staf pendukung ditolak masuk.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa tim nasional Iran harus meninggalkan wilayah AS beberapa jam setelah pertandingan mereka berakhir. Kebijakan tersebut menjadi sorotan setelah tim Iran mengeluhkan gangguan perjalanan yang dinilai memengaruhi persiapan dan pemulihan pemain selama turnamen.

Dikutip dari Al Jazeera, pernyataan itu disampaikan Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani. "Kami sudah menjelaskan bahwa memang seperti itulah prosesnya," kata Giuliani kepada Associated Press.

Menurut Giuliani, Iran hanya diizinkan masuk ke Amerika Serikat satu hari sebelum pertandingan berlangsung. Setelah laga selesai, tim diwajibkan meninggalkan negara tersebut pada malam yang sama.

"Tim akan diizinkan masuk satu hari sebelum pertandingan. Mereka akan diminta meninggalkan negara ini (AS) pada hari pertandingan selesai, yakni pada malam setelah pertandingan berlangsung," ujarnya.

Kebijakan itu berlaku untuk seluruh pertandingan Iran yang digelar di wilayah Amerika Serikat, termasuk di Los Angeles dan Seattle. Sementara itu, markas utama Team Melli selama turnamen berada di Tijuana, Meksiko.

Sebelumnya, Iran mengkritik aturan tersebut setelah delegasi mereka harus kembali ke Meksiko hanya beberapa jam setelah pertandingan berakhir. Tim tidak mendapatkan kesempatan untuk menginap dan menjalani proses pemulihan di Los Angeles.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei mengaku kecewa dengan situasi yang dihadapi timnya. Menurutnya, Iran semula berharap dapat bermalam di California sebelum kembali ke markas mereka pada hari berikutnya.

Ghalenoei bahkan menyebut timnya sebagai salah satu peserta yang paling dirugikan selama Piala Dunia 2026. Ia menilai perubahan perjalanan dan pembatasan yang diterapkan memberi dampak terhadap kondisi fisik pemain.

Keluhan serupa juga disampaikan kapten Iran, Mehdi Taremi. Ia mengungkapkan tim harus menjalani perjalanan panjang dan pemeriksaan keamanan berlapis untuk menempuh rute dari Tijuana menuju Los Angeles.

Menurut Taremi, perjalanan yang biasanya singkat berubah menjadi proses yang menghabiskan sekitar lima jam. "Saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini," kata Taremi.

Selain persoalan perjalanan, Iran juga sempat menghadapi kendala terkait visa pemain sayap Mehdi Torabi. Visa masuk Torabi dilaporkan berakhir setelah pertandingan pertama sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai partisipasinya pada laga berikutnya.

Namun, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memastikan masalah tersebut telah diselesaikan. Torabi kini telah menerima visa baru yang memungkinkan dirinya keluar-masuk Amerika Serikat untuk sisa pertandingan Piala Dunia.

Giuliani juga mengonfirmasi bahwa seluruh pemain dan staf pelatih Iran telah menerima visa untuk memasuki Amerika Serikat. Namun, sejumlah staf pendukung dan ofisial tim tidak mendapatkan izin masuk.

Ia tidak menjelaskan secara rinci alasan penolakan tersebut. Meski demikian, Giuliani merujuk pada kebijakan pemerintah AS terkait individu yang memiliki hubungan langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Kontroversi ini menambah dinamika perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di tengah ketegangan geopolitik antara Teheran dan Washington. Meski demikian, Team Melli tetap berupaya menjaga fokus untuk melanjutkan perjuangan mereka di Grup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....