Prancis dan Senegal Bertemu Lagi, Bayang-Bayang 2002 Muncul
- 17 Jun 2026 07:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Prancis dan Senegal kembali bertemu di Piala Dunia 2026 dengan membawa sejarah pertemuan bersejarah pada 2002
- Saat itu Senegal mengejutkan dunia dengan mengalahkan Prancis, sementara kini Les Bleus datang sebagai dua kali juara dunia dan finalis 2022
- Pertandingan Grup I diperkirakan kembali menghadirkan duel menarik antara tradisi besar dan semangat menulis sejarah
RRI.CO.ID – Prancis dan Senegal akan kembali saling berhadapan di Piala Dunia setelah pertemuan bersejarah mereka pada 2002. Kedua tim dijadwalkan membuka Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion New York, New Jersey, Rabu, 17 Juni 2026
Pertemuan kali ini berlangsung dalam situasi yang sangat berbeda dibanding dua dekade lalu. Namun, memori kemenangan Senegal di Seoul masih menjadi bagian penting sejarah turnamen.
Pada Piala Dunia 2002, Senegal datang sebagai debutan dan langsung mencuri perhatian dunia. Mereka menumbangkan Prancis yang saat itu berstatus juara bertahan dengan skor 1-0.
Gol semata wayang Papa Bouba Diop menjadi simbol keberanian Senegal menghadapi salah satu kekuatan sepak bola dunia. Selebrasi tersebut kemudian menjadi salah satu momen paling dikenang dalam sejarah Piala Dunia.
Kekalahan itu menjadi awal perjalanan sulit bagi Prancis di Korea dan Jepang. Les Bleus gagal mencetak gol dan tersingkir pada fase grup sebagai juara bertahan.
Kini, posisi Prancis datang dengan rekam jejak yang semakin kuat di panggung dunia. Les Bleus telah mengoleksi dua gelar juara dunia pada edisi 1998 dan 2018.

Selain itu, Prancis juga tampil hingga partai final pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, mereka harus mengakui keunggulan Argentina setelah kalah melalui adu penalti.
Dengan status tersebut, Prancis tetap menjadi salah satu kandidat kuat di setiap edisi turnamen. Kedalaman skuad dan pengalaman tampil pada laga besar menjadi modal penting mereka.
Di sisi lain, Senegal tidak lagi hadir sebagai tim kejutan seperti tahun 2002. Pengalaman tampil dalam beberapa edisi Piala Dunia membuat Lions of Teranga lebih matang.
Bagi Senegal, laga ini menjadi kesempatan menunjukkan keberhasilan dua dekade lalu bukan kebetulan semata. Sementara bagi Prancis, pertandingan tersebut menjadi peluang menutup kenangan pahit.
Saat peluit pembuka dibunyikan di New York, perhatian dunia tidak hanya tertuju pada hasil akhir. Publik juga akan kembali mengingat malam ketika Senegal pernah mengejutkan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....