Ketika Senegal Tampil Mengejutkan Dunia di Piala Dunia 2002

  • 16 Jun 2026 22:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Senegal menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia setelah mengalahkan juara bertahan Prancis 1-0 pada laga pembuka Grup A tahun 2002
  • Gol Papa Bouba Diop dan permainan disiplin tim asuhan Bruno Metsu membuat Les Bleus gagal membuka turnamen dengan kemenangan
  • Hasil tersebut menjadi titik awal perjalanan bersejarah Senegal sekaligus mengubah pandangan dunia terhadap kekuatan sepak bola Afrika

RRI.CO.ID – Tidak banyak yang memperkirakan Senegal akan langsung menciptakan sejarah pada debut Piala Dunia 2002. Namun, wakil Afrika Barat itu membuka turnamen dengan menumbangkan juara bertahan Prancis.

Pertandingan Grup A yang berlangsung di Seoul World Cup Stadium menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah kompetisi. Senegal menang 1-0 melalui gol ikonik Papa Bouba Diop pada menit ke-30, sebagaimana data yang dipublikasikan FIFA pada Sabtu, 6 Desember 2025.

Saat itu Prancis datang dengan status juara dunia 1998 dan juara Eropa 2000. Banyak pihak memprediksi Les Bleus akan membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan.

Meski diperkuat sederet pemain bintang, performa Prancis menjelang turnamen mulai menurun. Cedera yang dialami Zinedine Zidane juga menjadi pukulan besar sebelum laga pembuka.

Di sisi lain, Senegal datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencapai final Piala Afrika 2002. Tim asuhan Bruno Metsu diperkuat banyak pemain yang telah mengenal atmosfer sepak bola Prancis.

Sejak menit awal, Senegal tampil berani dan tidak memberikan ruang nyaman bagi lawannya. Kecepatan serangan serta organisasi permainan membuat Prancis kesulitan mengembangkan ritme.

Gol kemenangan lahir setelah Omar Daf merebut bola dan memulai serangan cepat. El Hadji Diouf kemudian melewati hadangan sebelum mengirim umpan kepada Papa Bouba Diop.

Pertandingan antara Timnas Prancis (jersey biru-putih-merah) dan Senegal saat partai perdana Grup A di Stadion Piala Dunia Seoul, Korea Selatan pada Jumat, 31 Mei 2002 (Foto: FIFA)

Sepakan pertama Diop sempat dibendung Fabien Barthez sebelum bola kembali dikuasainya. Gelandang Senegal itu lalu menceploskan bola dan mengubah stadion menjadi saksi sejarah.

El Hadji Diouf mengungkapkan suasana ruang ganti sebelum pertandingan menjadi momen penting, dimana ia mengingat semua percakapannya. “Bruno Metsu masuk dan mengatakan bahwa seluruh dunia akan membicarakan kami setelah laga itu,” kata Diouf yang dikutip dari lama Resmi FIFA pada Selasa, 16 Juni 2026.

Pelatih Senegal Bruno Metsu menyebut kemenangan tersebut sebagai buah dari keyakinan yang dibangun sejak awal. “Itu adalah penampilan yang selama ini kami impikan dan pikirkan, dan kami benar-benar mewujudkannya di lapangan,” ucap Metsu.

Prancis mencoba merespons melalui peluang David Trezeguet dan Thierry Henry pada babak kedua. Namun, pertahanan disiplin Senegal membuat juara bertahan gagal mencetak gol.

Bek Prancis Frank Leboeuf mengakui timnya kalah efektif pada pertandingan tersebut. “Kami kebobolan dari sebuah serangan balik dan Senegal tampil lebih klinis dibanding kami,” ujar Leboeuf.

Pelatih Prancis Roger Lemerre menilai lawannya menjalankan rencana pertandingan dengan sangat baik. “Mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan, sekarang tanggung jawab ada pada kami untuk merespons lebih baik,” kata Lemerre.

Ketika peluit panjang dibunyikan, Senegal tidak hanya mengamankan tiga poin bersejarah. Mereka juga mengubah cara dunia memandang kekuatan sepak bola Afrika di panggung Piala Dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....