Tangis Vozinha Pecah, Usai Tanjung Verde Imbang Melawan Spanyol Piala Dunia

  • 16 Jun 2026 05:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kiper Cape Verde, Vozinha tampil gemilang di Piala dunia di usia 40 tahun.
  • Vozinha terpilih menjadi pemain terbaik pertandingan melawan Spanyol.
  • Vozinha ungkap rasa haru mengingat keluarga yang tidak mendampinginya di momen berharga tersebut.
  • Dirinya mendedikasikan kesuksesan tersebut untuk negara, pemain Timnas Cape Verde, keluarga, dan dirinya sendiri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tanjung Verde berikan kejutan sebagai tim debutan pada laga perdana mereka di Piala Dunia 2026. Tim Afrika itu mampu menahan juara Eropa, Spanyol 0-0 pada Grup H, di Atlanta Stadium.

Kiper Tanjung Verde, Vozinha, menjadi sosok utama 'pahlawan' di balik hasil bersejarah tersebut. Penampilan heroiknya membuat ia terpilih sebagai pemain terbaik.

"Saya sangat bangga menjadi pemain terbaik pertandingan," kata Vozinha. Ia menyebut tampil untuk negara yang dicintainya merupakan sebuah kehormatan besar.

"Ini adalah pesan terima kasih untuk semua orang di Cape Verde," kata Vozinha, dikutip dari The Athletic. Seluruh skuad telah bekerja keras demi mencapai momen bersejarah itu.

"Kami sangat bahagia setelah hasil ini," ujarnya. Menurutnya, hari tersebut menjadi momen yang layak dibanggakan oleh seluruh rakyat Cape Verde.

Usai pertandingan, Vozinha terlihat menangis di lapangan. Ia mengaku teringat keluarga yang tidak bisa mendampinginya di momen emas seperti ini.

"Saya menangis setelah pertandingan karena dibesarkan oleh kakek dan nenek saya," katanya. Ia mengatakan keduanya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Momen emosional Vozinha usai pertandingan. (Foto: Instagram/fcfcomunica)

Vozinha juga mengungkapkan ibunya tidak dapat hadir di stadion. Masalah visa dan biaya pengurusan membuat keberangkatan sang ibu tidak sempat diselesaikan.

Kiper yang kini membela Chaves itu memiliki perjalanan karier panjang. Ia pernah membela Tanjung Verde, Moldova, Slovakia, dan Siprus.

Data Opta mencatat Vozinha menjadi pemain tertua dalam debut Piala Dunia sebuah negara. Ia tampil pada usia 40 tahun dan 12 hari saat menghadapi Spanyol.

Rekor sebelumnya baru dicatat Eloy Room bersama Curacao sehari sebelumnya. Secara keseluruhan, hanya Essam El Hadary yang lebih tua saat melakoni debut Piala Dunia.

Vozinha ungkap perjalanan Tanjung Verde menuju Piala Dunia tidaklah mudah. Karena itu, menghadapi tim sekelas Spanyol terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

"Hari ini mimpi kami menjadi kenyataan," ujarnya. "Saya mengaku bangga kepada semua pihak yang terlibat dalam perjalanan tersebut."

Aksi gemilang Vozinha di bawah mistar gawang dalam laga kontra Spanyol di Piala Dunia 2026. (Foto: Instgram/fcfcomunica)

Momen seperti ini, katanya, merupakan hasil dari kerja keras bertahun-tahun. Ia baru menjadi pesepak bola profesional saat berusia 25 tahun.

"Ini adalah hadiah untuk seluruh perjalanan saya," katanya. Kiper veteran itu menilai semua pengorbanannya selama ini akhirnya terbayar.

Sepanjang pertandingan, suporter Tanjung Verde merayakan setiap aksi penyelamatan Vozinha. Mereka bersorak layaknya timnya baru saja mencetak gol.

Vozinha masih tampil dengan senyuman beberapa menit setelah laga berakhir. Trofi pemain terbaik dipegang dalam genggamannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....