Menatap Piala Dunia 2026, Belgia Andalkan Era Baru di Bawah Rudi Garcia
- 15 Jun 2026 18:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Belgia menjalani penampilan ke-15 di Piala Dunia dan bertekad bangkit setelah tersingkir di fase grup edisi 2022.
- Rudi Garcia sukses membawa Red Devils lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup J kualifikasi zona Eropa.
- Prestasi terbaik Belgia di Piala Dunia terjadi pada 2018 saat finis di posisi ketiga, yang kini ingin mereka samai atau lampaui.
RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Belgia menatap Piala Dunia 2026 dengan ambisi mengembalikan reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Red Devils datang ke Amerika Utara untuk menjalani penampilan ke-15 sepanjang sejarah dan berusaha melupakan kegagalan pada edisi 2022.
Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi kesempatan bagi Belgia untuk kembali bersaing di level tertinggi. Target mereka tidak hanya lolos dari fase grup, tetapi juga melampaui pencapaian terbaik di Piala Dunia 2018 di Rusia.
Harapan baru Belgia kini berada di tangan pelatih Rudi Garcia. Juru taktik asal Prancis itu ditunjuk pada Januari 2025, menggantikan Domenico Tedesco dan mendapat tugas membangun kembali performa tim nasional.
Awal perjalanan Garcia tidak berjalan mudah, Belgia sempat kalah 1-3 dari Ukraina pada leg pertama play-off UEFA Nations League. Sebelum bangkit dengan kemenangan 3-0 pada pertemuan kedua berkat dua gol Romelu Lukaku.
Kebangkitan tersebut menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan diri skuad. Beberapa bulan kemudian, Garcia berhasil membawa Belgia mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
Belgia lolos sebagai juara Grup J pada kualifikasi zona Eropa. Mereka mencatat lima kemenangan dan tiga hasil imbang dari delapan pertandingan.
Secara historis, Belgia bukan nama asing di Piala Dunia. Mereka pertama kali tampil pada edisi perdana tahun 1930 di Uruguay dan kini akan menjalani penampilan keempat secara beruntun.
Prestasi terbaik Belgia tercipta pada Piala Dunia 2018. Saat itu generasi emas yang diperkuat Eden Hazard, Kevin De Bruyne, dan Romelu Lukaku berhasil finis di posisi ketiga.
Sebaliknya, perjalanan mereka di Piala Dunia 2022 menjadi salah satu kekecewaan terbesar. Belgia gagal lolos dari fase grup setelah hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Meski era generasi emas mulai berakhir, Belgia masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang menjadi andalan. Salah satunya adalah Romelu Lukaku yang tetap menjadi tumpuan di lini depan.
Lukaku saat ini berbagi status sebagai pencetak gol terbanyak Belgia di Piala Dunia bersama Marc Wilmots. Keduanya sama-sama mengoleksi lima gol di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Di sisi lain, rekor penampilan terbanyak Belgia di Piala Dunia masih dipegang Enzo Scifo. Mantan gelandang kreatif itu tampil dalam 17 pertandingan sepanjang empat edisi Piala Dunia antara 1986 hingga 1998.
Salah satu momen paling bersejarah Belgia terjadi pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu mereka berhasil mencapai semifinal dan menutup turnamen di posisi keempat, menjadi pencapaian terbaik selama lebih dari tiga dekade.
Rekor itu akhirnya terlampaui pada Piala Dunia 2018. Belgia mencuri perhatian setelah melakukan comeback dramatis melawan Jepang di babak 16 besar sebelum menyingkirkan Brasil pada perempat final.
| Baca juga: Belgia Bidik Kebangkitan di Piala Dunia 2026 |
Kini, dengan kombinasi pemain senior dan generasi baru, Belgia kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi Red Devils untuk membuka babak baru sekaligus membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan.
Pada Piala Dunia 2026, Belgia berada di Grup G bersama Iran, Mesir dan Selandia Baru. Pada pertandingan pertama Belgia akan menghadapi Mesir pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 02.00 WIB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....