Piala Dunia 2026: Meksiko Berlakukan Kerja dari Rumah dan Tutup Sekolah

  • 11 Jun 2026 15:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Meksiko menerapkan kebijakan khusus jelang Piala Dunia 2026, termasuk penutupan sekolah dan kerja dari rumah untuk pegawai guna mengurangi kemacetan saat laga pembuka di Kota Meksiko.
  • Tenaga penting seperti kesehatan, keamanan, infrastruktur, dan operasional Piala Dunia tetap beroperasi, sementara pemerintah meminta sektor swasta mendukung kerja jarak jauh untuk aktivitas non-esensial.
  • Persiapan turnamen diwarnai protes sejumlah kelompok masyarakat, termasuk serikat guru yang memblokir jalan, meski pemerintah menyatakan situasi tetap terkendali dan siap menyelenggarakan acara.

RRI.CO.ID, Kota Meksiko — Pemerintah Meksiko mengeluarkan kebijakan khusus menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Kota Meksiko. Kebijakan tersebut mencakup penutupan sekolah dan penerapan kerja dari rumah bagi pegawai untuk mengurangi kemacetan saat laga pembuka berlangsung.

Presiden Claudia Sheinbaum mengumumkan pegawai federal di ibu kota diminta bekerja dari rumah, sementara sekolah negeri dan swasta ditutup sementara. Pemerintah juga meminta sektor swasta untuk menerapkan sistem kerja jarak jauh bagi aktivitas non-esensial.

Melansir dari USA Today, Kamis, 11 Juni 2026, langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran perayaan Piala Dunia 2026. Pemerintah menyatakan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah mengurangi kepadatan lalu lintas dan memastikan acara berjalan lancar.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi tenaga kesehatan, aparat keamanan, infrastruktur penting, dan operasional Piala Dunia. Pemerintah menegaskan bahwa sektor-sektor tersebut tetap dibutuhkan untuk menjaga stabilitas selama turnamen berlangsung.

Di sisi lain, persiapan Piala Dunia di Kota Meksiko juga diwarnai aksi protes dari sejumlah kelompok masyarakat. Di antaranya adalah serikat guru yang melakukan demonstrasi dan memblokir jalan utama.

Aksi tersebut tidak berkaitan langsung dengan pertandingan, melainkan terkait tuntutan sosial dan kebijakan pemerintah. Sejumlah kelompok juga mengancam akan menggelar demonstrasi lanjutan menjelang laga pembuka jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Meski demikian, pemerintah menyatakan situasi tetap terkendali dan siap menyelenggarakan turnamen. Dengan berbagai kebijakan dan tantangan tersebut, Piala Dunia 2026 menjadi salah satu momen besar yang mendapat perhatian luas di Meksiko.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....