Sejarah Trofi Piala Dunia FIFA, Kabarnya Pernah Dicuri. Cek Faktanya!

  • 27 Mei 2026 10:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Trofi Piala Dunia pertama diperkenalkan FIFA pada 1930 dengan nama Jules Rimet Trophy.
  • Trofi sempat dicuri dua kali dan pernah disembunyikan saat Perang Dunia II.
  • FIFA kini menggunakan trofi modern berbahan emas 18 karat sejak 1974.

RRI.CO.ID, Jakarta - Trofi Piala Dunia menjadi salah satu simbol paling ikonik dalam dunia olahraga. Di balik kemegahannya, trofi tersebut ternyata memiliki sejarah panjang yang penuh cerita dramatis. Mulai dari pencurian hingga disembunyikan saat Perang Dunia II.

Melansir FIFA, trofi pertama Piala Dunia diperkenalkan pada tahun 1930. Saat itu, FIFA menggelar turnamen perdana di bawah kepemimpinan Presiden FIFA, Jules Rimet.

Awalnya, trofi tersebut diberi nama Victory sebelum akhirnya berganti menjadi Jules Rimet Trophy. Hal itu untuk menghormati sosok yang berjasa menghadirkan Piala Dunia.

Trofi itu dirancang oleh pematung asal Prancis, Abel Lafleur. Desainnya menampilkan Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani kuno, yang sedang mengangkat piala.

Trofi tersebut dibuat dari perak sterling berlapis emas dengan alas batu lapis lazuli. Uruguay menjadi negara pertama yang mengangkat trofi tersebut, setelah menjuarai Piala Dunia 1930.

Dalam perjalanannya, trofi Jules Rimet tidak hanya menjadi simbol kemenangan di lapangan. Trofi tersebut juga menyimpan berbagai kisah dramatis di luar sepak bola.

Saat Perang Dunia II berlangsung, pejabat sepak bola Italia, Ottorino Barassi, sempat menyembunyikan trofi. Tropi dimasukkan ke dalam kotak sepatu bawah tempat tidurnya di Roma. Langkah itu dilakukan agar trofi tidak jatuh ke tangan Nazi.

Peristiwa lain terjadi menjelang Piala Dunia 1966 di Inggris. Trofi Jules Rimet sempat dicuri saat dipamerkan ke publik dan memicu perhatian besar dunia sepak bola.

Namun, trofi tersebut akhirnya ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles. Trofi ditemukan terbungkus koran di bawah pagar taman di wilayah London Selatan.

Brasil kemudian mendapat hak kepemilikan permanen atas trofi Jules Rimet. Hal itu terjadi, setelah menjadi negara pertama yang memenangkan Piala Dunia tiga kali. Namun pada 1983, trofi itu kembali dicuri dari kantor Federasi Sepak Bola Brasil di Rio de Janeiro.

Berbeda dengan kejadian sebelumnya, trofi tersebut tidak pernah ditemukan lagi. Banyak pihak meyakini trofi itu telah dilebur setelah dicuri.

FIFA kemudian memperkenalkan desain trofi baru yang digunakan hingga sekarang. Trofi modern tersebut dirancang seniman Italia, Silvio Gazzaniga, dengan tinggi 36 sentimeter dan dibuat dari emas 18 karat.

Desain trofi modern memperlihatkan dua figur manusia yang mengangkat bumi. FIFA menyebut desain itu menggambarkan semangat persatuan sepak bola dunia.

Timnas Jerman Barat menjadi negara pertama yang mengangkat trofi baru pada 1974. Setelah itu, trofi berhasil dimenangkan sejumlah negara besar seperti Argentina, Brasil, Italia, Prancis, dan Spanyol.

FIFA menjelaskan trofi Piala Dunia modern tidak diberikan permanen kepada negara juara. Tim pemenang hanya memegang trofi asli saat seremoni penyerahan sebelum menerima replika berlapis emas untuk disimpan.

Salah satu replika resmi trofi pernah diberikan kepada Nelson Mandela menjelang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Hingga kini, Mandela menjadi satu-satunya individu yang menerima replika resmi tersebut.

Trofi Piala Dunia kini dianggap sebagai simbol tertinggi dalam sepak bola internasional. Momen kapten tim mengangkat trofi emas ke langit menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah olahraga dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....