Empat Negara Debutan Siap Rasakan Atmosfer Piala Dunia 2026

  • 22 Mei 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penambahan peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 negara dinilai membuka peluang lebih luas bagi negara debutan.
  • Pemerhati sepak bola Ophan Lamara menilai keberhasilan empat debutan terjadi karena pemerataan kesempatan dari FIFA.
  • Uzbekistan disebut memiliki peluang menjadi kuda hitam dibanding tiga negara debutan lainnya di Piala Dunia 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Keputusan FIFA menambah peserta Piala Dunia menjadi 48 negara akhirnya membuahkan hasil. Empat negara debutan berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Pengamat sepak bola Indonesia, Ophan Lamara, menilai kebijakan itu membuka peluang lebih luas bagi negara-negara di berbagai zona. Menurutnya, banyak negara kini bisa merasakan atmosfer kompetisi sepak bola terbesar dunia.

“Tujuan utama FIFA menambah peserta akhirnya tercapai,” ujar Ophan Lamara, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu, 20 Mei 2026. Ia menilai kesempatan tampil di Piala Dunia, kini lebih terbuka bagi negara berkembang sepak bola.

Empat negara debutan berasal dari tiga konfederasi berbeda. Yordania dan Uzbekistan lolos dari Asia, Tanjung Verde dari Afrika, serta Curacao dari CONCACAF.

Di sisi lain, beberapa negara besar justru gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Italia kembali absen setelah sebelumnya juga gagal pada dua edisi terakhir.

“Italia tidak belajar dari kesalahan di dua edisi sebelumnya,” kata Ophan Lamara. Ia menyebut konsistensi tim menjadi faktor penting dalam keberhasilan sebuah negara.

Menurutnya, kegagalan Italia menunjukkan penurunan prestasi yang cukup serius. Sebelumnya Italia disingkirkan Swedia, sementara kini mereka kalah bersaing dari Norwegia.

Ophan juga menyoroti peluang negara Asia setelah kuota bertambah signifikan. Ia menilai kawasan Asia Tenggara harus memaksimalkan tambahan slot tersebut.

“Vietnam, Thailand, dan Indonesia punya kekuatan yang cukup berimbang,” ujarnya. Ia berharap negara sekawasan tidak lagi berada dalam grup yang sama.

Indonesia sendiri dinilai sebenarnya memiliki peluang besar lolos ke Piala Dunia. Namun, kesempatan itu belum berhasil dimanfaatkan secara maksimal hingga saat ini.

“Kalau konsisten mempertahankan pelatih dan pemain, Indonesia bisa masuk Piala Dunia,” kata Ophan. Ia menilai kualitas Indonesia tidak kalah dari Curacao.

Ophan mencontohkan kemenangan Indonesia atas Curacao dalam laga uji coba tahun 2022. Menurutnya, keberhasilan negara debutan lebih dipengaruhi peluang dan momentum kompetisi.

Diketahui, Timnas Indonesia pernah dua kali berhadapan dengan Curacao pada ajang Fifa Matchday pada September 2022. Dalam kedua pertemuan tersebut, Indonesia sukses menyapu bersih kemenangan atas Curacao.

Di leg pertama Indonesia menang 3-2 di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung. Sementara di leg kedua Indonesia menang 2-1 di stadion Pakansari, Bogor.

Dari empat negara debutan, Uzbekistan dinilai memiliki peluang menjadi kejutan di Piala Dunia 2026. Sementara tiga negara lain diperkirakan hanya menjadi pelengkap persaingan grup.

Uzbekistan tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan DR Kongo. Ophan menilai Uzbekistan memiliki peluang bersaing jika mampu tampil konsisten sepanjang turnamen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....