Ratusan Pihak Ajukan Lisensi Nobar Piala Dunia ke TVRI
- 17 Mei 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TVRI mencatat ratusan pengajuan lisensi nonton bareng Piala Dunia dari berbagai daerah di Indonesia.
- Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, memperkirakan jumlah pengajuan lisensi nobar kini mencapai 300 permohonan.
- TVRI memperluas akses siaran Piala Dunia melalui televisi nasional, OTT, dan kerja sama televisi lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta - TVRI mencatat hingga saat ini sudah ratusan pengajuan lisensi nonton bareng (nobar) Piala Dunia dari berbagai daerah. Hingga dua pekan lalu, tercatat sekitar 200 pengajuan masuk ke TVRI.
Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, memperkirakan jumlahnya kini terus bertambah. “Perkiraan saya saat ini sudah ada 300 pengajuan di seluruh Indonesia,” ujarnya, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurut Usman, antusiasme masyarakat dipicu besarnya euforia menyaksikan Piala Dunia secara langsung. Meski Indonesia belum lolos, sepakbola tetap menjadi olahraga paling populer di tanah air.
“Presiden berharap tayangan Piala Dunia membawa kegembiraan bagi masyarakat,” kata Usman. Ia menyebut siaran Piala Dunia juga diharapkan menginspirasi perkembangan sepakbola nasional.
TVRI dipilih FIFA sebagai pemegang hak siar karena memiliki jangkauan siaran paling luas di Indonesia. Saat ini, jangkauan siaran TVRI telah mencapai lebih dari 70 persen wilayah Indonesia.
“Presiden berharap jangan sampai ada satu orang pun yang tidak menikmati tayangan Piala Dunia,” ujarnya. TVRI pun menggencarkan edukasi akses siaran melalui media sosial dan sosialisasi langsung.
Selain siaran terestrial, TVRI juga menggandeng layanan OTT dan televisi berbayar lokal. Langkah itu dilakukan untuk menjangkau wilayah yang mengalami kendala jaringan dan pemancar.
Usman mengatakan TVRI membagi lisensi nobar menjadi dua kategori, yakni komersial dan nonkomersial. Kategori nonkomersial ditujukan bagi UMKM, komunitas, hingga warga tingkat RT dan RW.
“Mereka tidak boleh memungut tiket atau menaikkan harga jual,” kata Usman. Sementara kategori komersial berlaku bagi hotel, kafe besar, dan penyelenggara acara bersponsor.
TVRI juga bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia untuk memperluas jangkauan siaran Piala Dunia. RRI akan menyiarkan pertandingan dalam format audio.
Usman mengimbau masyarakat menjaga keamanan selama menggelar nobar Piala Dunia. Ia meminta panitia berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat sebelum acara berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....