Dari Sungai ke Panggung Dunia, Jejak Sejarah Pacu Jalur
- 30 Apr 2025 09:05 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Pacu Jalur adalah sebuah tradisi lomba mendayung perahu panjang (jalur) yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Lebih dari sekadar olahraga air, Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan semangat kebersamaan.
Dikutip dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, sejarah Pacu Jalur berawal abad ke-17, dimana jalur merupakan alat transportasi utama warga desa di Rantau Kuantan, yakni daerah di sepanjang Sungai Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan Cerenti Kecamatan Cerenti di hilir. Saat itu memang belum berkembang transportasi darat. Akibatnya jalur itu benar-benar digunakan sebagai alat angkut penting bagi warga desa, terutama digunakan sebagai alat angkut hasil bumi, seperti pisang dan tebu, serta berfungsi untuk mengangkut sekitar 40-60 orang.
Kemudian muncul jalur-jalur yang diberi ukiran indah, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung, ditambah dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri).
Pada awalnya, pacu jalur diselenggarakan di kampung-kampung di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam. Namun, seiring perkembangan zaman, akhirnya Pacu Jalur diadakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu Pacu Jalur diadakan sekitar bulan Agustus.
Dapat digambarkan saat hari berlangsungnya Pacu Jalur, kota Jalur atau Taluk Kuantan, bagaikan lautan manusia. Terjadi kemacetan lalu lintas di mana-mana, dan masyarakat yang ada diperantauan akan pulang, mereka akan kembali hanya untuk menyaksikan acara ini.
Pada masa penjajahan Belanda pacu jalur diadakan untuk memeriahkan perayaan adat, kenduri rakyat dan untuk memperingati hari kelahiran ratu Belanda Wihelmina yang jatuh pada tanggal 31 Agustus. Kegiatan pacu jalur pada zaman Belanda di mulai pada tanggal 31 Agustus s/d 1 atau 2 September. Perayaan pacu jalur tersebut dilombakan selama 2-3 hari, tergantung pada jumlah jalur yang ikut pacu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....