Monumen Sejarah Kisah Lokomotif Jepang di Kota Pekanbaru

  • 08 Jun 2026 14:50 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID,Pekanbaru - Di tengah hiruk-pikuk Kota Pekanbaru, berdiri sebuah lokomotif tua berwarna hitam yang menjadi saksi bisu salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah Riau. Lokomotif tersebut berada di kawasan Tugu Pahlawan Kerja, Jalan Kaharuddin Nasution, dan menjadi pengingat akan pembangunan jalur kereta api pada masa pendudukan Jepang di Sumatra.

Dikutip dari Selaras Riau tentang Menelusuri Wisata Sejarah Tugu Pahlawan Kerja Pekanbaru, sejarah lokomotif ini tidak dapat dipisahkan dari proyek pembangunan jalur kereta api Pekanbaru–Muaro Sijunjung yang dikerjakan Jepang antara tahun 1943 hingga 1945. Jalur sepanjang sekitar 220 kilometer itu dibangun untuk kepentingan logistik militer Jepang selama Perang Dunia II. Ribuan pekerja romusha dari berbagai daerah dipaksa bekerja dalam kondisi yang sangat berat, kekurangan makanan, serta rentan terhadap penyakit dan kekerasan.

Karena tingginya jumlah korban jiwa selama proses pembangunan, jalur tersebut kemudian dikenal sebagai “Rel Maut Pekanbaru” atau Pekanbaru Death Railway. Banyak romusha meninggal di tengah hutan, rawa gambut, dan perbukitan yang harus ditembus untuk menyelesaikan proyek tersebut. Ironisnya, jalur kereta api itu selesai ketika Jepang hampir menyerah kepada Sekutu sehingga pemanfaatannya tidak pernah berlangsung secara maksimal.

Lokomotif yang kini menjadi monumen di Pekanbaru diyakini merupakan salah satu peninggalan yang masih tersisa dari masa itu. Setelah perang berakhir dan jalur kereta api tidak lagi digunakan, sebagian besar rel dibongkar atau hilang seiring waktu. Sementara itu, lokomotif tersebut sempat terbengkalai sebelum akhirnya dipindahkan dan dijadikan bagian dari Tugu Pahlawan Kerja sebagai simbol penghormatan kepada para korban romusha.

Tugu Pahlawan Kerja sendiri diresmikan pada 10 November 1978 sebagai bentuk penghargaan kepada para pekerja paksa yang gugur saat membangun rel kereta api. Di sekitar kawasan monumen juga terdapat makam para romusha yang tidak diketahui identitasnya. Keberadaan makam dan lokomotif tersebut menjadikan lokasi ini bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi juga monumen kemanusiaan yang mengingatkan generasi sekarang tentang beratnya penderitaan pada masa penjajahan.

Bagi masyarakat Pekanbaru, lokomotif tua itu memiliki nilai yang lebih dari sekadar benda peninggalan sejarah. Lokomotif tersebut menjadi simbol perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan ribuan orang yang dipaksa bekerja demi kepentingan perang. Walaupun sebagian besar jejak rel kereta api telah hilang, keberadaan lokomotif dan Tugu Pahlawan Kerja membantu menjaga ingatan kolektif tentang peristiwa yang pernah terjadi di tanah Riau.

Kini, lokomotif Jepang di Pekanbaru menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Selain memberikan wawasan tentang sejarah perkeretaapian di Riau, monumen ini juga mengajarkan pentingnya menghargai jasa para pahlawan kerja yang telah berkorban. Dari rel maut yang penuh penderitaan hingga menjadi monumen sejarah yang berdiri kokoh, lokomotif tersebut terus menyampaikan pesan agar tragedi serupa tidak pernah terulang di masa depan. Artikel ini .

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....