Estafet Budaya dan Wisata Pekanbaru
- 06 Feb 2026 22:02 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Budaya dan pariwisata bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan proses berkelanjutan yang harus terus dihidupkan. Hal inilah yang menjadi benang merah dalam obrolan program Rotasi (Obrolan Seputat Literasi) di Pro 2 Pekanbaru pada Rabu, 4 Februari 2026 bersama Bujang dan Dara Kota Pekanbaru. Mengangkat tema Estafet Budaya dan Wisata, diskusi ini menyoroti pentingnya regenerasi peran generasi muda dalam menjaga identitas kota.
Bujang 2 Kota Pekanbaru, Muhammad Aksal Dwi Prakasa, menegaskan peran Bujang Dara tidak berhenti pada gelar atau seremonial. Menurutnya, tanggung jawab utama adalah kontribusi nyata untuk melestarikan budaya dan mempromosikan pariwisata. Di era digital, media sosial menjadi alat penting yang harus dimanfaatkan secara positif untuk menjangkau generasi muda.
Hal senada disampaikan Jasmine Karmila, Dara 2 Kota Pekanbaru. Ia menyebut modernisasi sebagai tantangan terbesar dalam menjaga eksistensi budaya. Namun, tantangan tersebut justru menjadi alasan mengapa regenerasi harus terus berjalan. Budaya perlu dikenalkan dengan pendekatan yang relevan agar tidak pudar di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, Flora Aprilia, Dara Kota Pekanbaru 2025, memaknai estafet peran sebagai amanah yang berharga. Baginya, Bujang Dara adalah ruang belajar dan berproses, bukan sekadar simbol. Dari generasi sebelumnya, ia belajar bahwa peran ini harus terus diperbarui sesuai zaman tanpa meninggalkan nilai dasar budaya.
Diskusi juga menyinggung relevansi nilai budaya di tengah gaya hidup Gen Z. Ketiganya sepakat bahwa nilai seperti tanggung jawab, kebersamaan, rendah hati, dan rasa hormat masih sangat relevan. Kuncinya terletak pada cara penyampaian dan penyesuaian dengan dunia anak muda yang lekat dengan digital dan tren global.
Regenerasi dinilai sangat penting agar budaya dan pariwisata tetap hidup. Tanpa regenerasi, promosi budaya akan stagnan dan kehilangan daya tarik. Anak muda dengan kreativitas dan sudut pandang baru menjadi ujung tombak agar Pekanbaru terus dikenal sebagai kota multikultural dengan kekayaan budaya dan wisata yang beragam.