Roma Tak Terbendung, Malen dan Pisilli Bungkam Torino 2-0

  • 15 Sep 2026 11:26 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Turin - Roma kembali menunjukkan ketangguhannya di awal musim Serie A 2026/2027. Bertandang ke Stadio Olimpico Grande Torino, Senin 14 September 2026 malam waktu setempat, I Giallorossi tampil disiplin dan efektif untuk menundukkan Torino 2-0, sekaligus menjaga rekor sempurna mereka di kompetisi domestik.

Kemenangan tersebut menjadi yang keempat secara beruntun bagi Roma di Serie A. Donyell Malen membuka keunggulan pada babak kedua, sebelum Niccolò Pisilli memastikan tiga poin melalui gol pada masa tambahan waktu.

Roma tampil lebih agresif sejak awal pertandingan meski Torino sempat memiliki penguasaan bola yang lebih baik. Anak asuh Gian Piero Gasperini beberapa kali mengancam pertahanan tuan rumah melalui pergerakan Malen, Matias Soulé, dan Paulo Dybala.

Malen sebenarnya sudah menggetarkan jala Torino pada menit ke-22. Namun, gol tersebut dianulir karena penyerang asal Belanda itu lebih dahulu berada dalam posisi offside saat menerima bola dari lini tengah.

Tekanan Roma terus berlanjut. Malen kembali mendapatkan peluang setelah menerima umpan dari Mario Hermoso, tetapi sundulannya masih melebar. Torino juga mencoba merespons melalui tembakan jarak jauh Rolando Mandragora dan Eray Comert yang belum mampu membahayakan gawang Mile Svilar.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-40. Berawal dari kesalahan Lucas Perri saat mengirimkan bola dari lini belakang, Mancini berhasil melakukan intersep dimana bola mengarah ke Dybala yang langsung memberikan umpan kepada Malen. Setelah percobaan pertamanya diblok, Malen bergerak cepat menyambar bola muntah dari jarak dekat untuk membawa Roma unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, Torino berusaha meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Pelatih Ignazio Abate melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Alessio Cacciamani dan Daniel Braganca untuk menambah daya gedor.

Namun, Roma mampu menjaga permainan tetap terkendali. Mile Svilar menjadi salah satu pemain penting ketika menggagalkan peluang Giovanni Simeone. Kiper asal Serbia itu keluar dari sarangnya dan menggunakan tubuhnya untuk menghalau upaya penyelesaian penyerang Torino tersebut.

Gasperini juga melakukan perubahan untuk menjaga keseimbangan tim. Rodrigo Mora, Santiago Castro, Manu Kone, dan Marten de Roon dimainkan secara bertahap. Roma kemudian semakin kuat dalam mempertahankan keunggulan sekaligus mencari peluang untuk menambah gol.

Torino terus mencoba membongkar pertahanan Roma hingga menit-menit akhir. Namun, barisan belakang tim tamu tampil disiplin. Leonardo Balerdi juga menunjukkan kontribusi penting melalui tekel tepat waktu yang menghentikan serangan Torino sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.

Roma akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-93. Gianluca Mancini mampu mempertahankan bola agar tidak keluar lapangan dan mengirimkannya kembali ke area berbahaya. Setelah Castro terhalang pemain lawan, bola jatuh ke kaki Pisilli yang langsung melepaskan tembakan mendatar dari sudut sempit dan mengubah skor menjadi 2-0.

Hasil ini membuat Roma semakin kokoh di papan atas Serie A dengan catatan sempurna dari empat pertandingan. Produktivitas mereka juga terus terjaga, sementara pertahanan Roma kembali mencatatkan clean sheet setelah sebelumnya menang atas Fiorentina, Lecce, dan Atalanta.

Bagi Torino, kekalahan di kandang menjadi pukulan setelah sebelumnya meraih kemenangan atas Fiorentina. Sementara bagi Roma, kemenangan di Turin menjadi bukti bahwa mereka mampu mempertahankan konsistensi meski harus membagi fokus dengan kompetisi Eropa dan jadwal pertandingan yang padat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....