Roma Kembali Menang 4-0 Gasperini Puji Mentalitas Tim
- 01 Sep 2026 08:54 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Lecce - AS Roma kembali menunjukkan ketajamannya pada awal Serie A 2026/2027. Bertandang ke Stadion Via del Mare, Senin, 31 Agustus 2026, Roma menghancurkan tuan rumah Lecce empat gol tanpa balas, sekaligus mencatat kemenangan 4-0 dalam dua pertandingan pertama musim ini.
Kemenangan tersebut mempertegas status Roma sebagai salah satu kandidat kuat di papan atas. Setelah sebelumnya menundukkan Fiorentina dengan skor serupa pada laga pembuka, Giallorossi kembali tampil dominan dan tidak memberikan kesempatan berarti bagi Lecce untuk mengembangkan permainan.
Roma hanya membutuhkan waktu empat menit untuk membuka keunggulan. Donyell Malen memanfaatkan kesalahan lini belakang Lecce sebelum melepaskan tembakan dari sisi kanan kotak penalti yang tidak mampu dibendung Wladimiro Falcone.
Malen kembali mencetak gol pada menit ke-23. Penyerang asal Belanda itu menyelesaikan kombinasi serangan yang diawali Mario Hermoso dan diteruskan Wesley. Gol tersebut membuat Malen mengoleksi empat gol dalam dua pertandingan, sebelum akhirnya menambah satu gol lagi pada laga ini.
Hanya dua menit setelah gol kedua, Matias Soulé memperbesar keunggulan Roma menjadi 3-0. Pemain Argentina itu memanfaatkan bola muntah setelah tembakan sebelumnya ditepis Falcone. Skor tiga gol tanpa balas bertahan hingga turun minum.
Roma masih memegang kendali setelah jeda. Malen memiliki dua kesempatan untuk melengkapi hattrick, tetapi satu peluang digagalkan Falcone dan satu tembakan lainnya melebar. Gol keempat akhirnya tercipta pada menit ke-65 melalui pemain pengganti Rodrigo Mora, yang menyelesaikan umpan matang Gianluca Mancini.
Secara statistik, Roma memang tampil jauh lebih dominan. Giallorossi menguasai 64 persen bola, melakukan 680 operan dengan 596 di antaranya berhasil, sedangkan Lecce hanya mencatat 376 operan dan 294 operan sukses.
Tekanan Roma juga terlihat dari peluang yang diciptakan. Roma menghasilkan 3,25 expected goals atau xG, berbanding 0,74 milik Lecce. Giallorossi juga menciptakan tujuh peluang besar dan melepaskan delapan tembakan tepat sasaran, sementara Lecce hanya menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran.
Di sisi pertahanan, Roma memenangkan 61 persen duel, melakukan 32 tekel berbanding 16 milik Lecce, serta mencatat 14 intersep. Pasukan Gian Piero Gasperini juga membukukan 72 recovery bola, menunjukkan organisasi permainan yang membuat Lecce kesulitan keluar dari tekanan.
Mario Hermoso menjadi salah satu pemain terbaik Roma. Bek asal Spanyol itu mendapatkan rating 8,5 dari Sofascore setelah menyelesaikan 84 dari 92 operan, melakukan enam tekel, empat intersep, dan mencatat 11 recovery. Sementara Malen menjadi pusat perhatian setelah mengoleksi dua gol dari lima tembakan.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menilai timnya saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik. Ia menyebut para pemain mampu melewati pramusim dan dua pertandingan awal dalam kondisi panas dengan kerja keras yang maksimal. “Saya harus mengatakan kami berada dalam kondisi yang bagus. Para pemain telah bekerja dengan sangat baik,” kata Gasperini.
Gasperini juga menegaskan bahwa kedalaman skuad Roma mulai terbentuk, terutama setelah para pemain yang tampil di Piala Dunia kembali bergabung. Namun, ia berharap saga transfer segera berakhir agar tim dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada sepak bola. “Kami hanya perlu menunggu bursa transfer akhirnya ditutup besok karena saya sudah cukup. Setelah itu kami bisa membicarakan sepak bola dan tidak ada yang lain,” ujarnya.
Mengenai perubahan besar dalam penampilan Roma dibandingkan musim lalu, Gasperini menyebut kualitas pemain bukan satu-satunya faktor. Menurutnya, kekuatan utama tim terletak pada karakter dan kecintaan pemain terhadap klub. “Mereka tidak pernah menghindar, bahkan ketika keadaan tidak berjalan baik. Mereka benar-benar peduli terhadap Roma dan bermain dengan penuh gairah. Dan gairah adalah hal fundamental dalam setiap olahraga, terutama sepak bola,” katanya.
Gasperini juga memberikan penilaian menarik terhadap Malen dengan membandingkannya dengan mantan striker Real Madrid dan Napoli, Gonzalo Higuain. Ia melihat keduanya memiliki kesamaan dalam kecepatan eksekusi, kontrol bola, penyelesaian akhir, serta akselerasi dalam beberapa meter pertama, meski secara fisik Malen tidak sekuat Higuain.
Pelatih berusia 68 tahun itu mengakui Roma kini memiliki pemahaman permainan yang lebih baik dibandingkan awal musim lalu. “Tahun ini kami sudah menjalani satu musim bersama dan berkembang dalam kualitas,” kata Gasperini. Ia menegaskan mentalitas menjadi kunci, karena Roma tidak hanya membutuhkan kualitas teknis, tetapi juga pemain yang memiliki kepala dan hati untuk berjuang.
Start sempurna dengan dua kemenangan 4-0 membuat Roma mulai dipandang sebagai ancaman serius bagi para pesaingnya, termasuk Inter Milan. Gasperini memilih tetap membumi, tetapi menegaskan ambisinya bersama skuad Roma. “Jika kami menetapkan sasaran 100, kami akan mencapai 100, bukan 99,” tegasnya. Kini, tantangan Roma adalah membuktikan bahwa pesta gol atas Fiorentina dan Lecce bukan sekadar start gemilang, melainkan awal dari perjalanan menuju perebutan gelar Serie A.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....