Ketajaman Giallorossi Diuji saat Bertandang ke Istambul
- 08 Sep 2026 09:13 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Roma - AS Roma menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Fenerbahce pada laga pembuka fase liga Liga Champions. Pertandingan di Stadion Şükrü Saracoğlu, Istanbul, ini mempertemukan dua tim dengan modal berbeda, setelah Roma mengawali kompetisi domestik dengan sempurna sementara Fenerbahce baru saja menelan kekalahan dalam derby Istanbul.
Roma datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih tiga kemenangan beruntun di Serie A 2026/2027. Pasukan Gian Piero Gasperini mencatat kemenangan 4-0 atas Fiorentina, kembali menang 4-0 ketika menghadapi Lecce, sebelum menundukkan Atalanta 2-1 melalui gol penentu pada menit-menit akhir.
Rentetan hasil tersebut membuat Roma berada di posisi teratas klasemen sementara Serie A. Giallorossi juga belum terkalahkan di seluruh kompetisi sejak jeda internasional Maret. Produktivitas menjadi salah satu kekuatan utama Roma karena mereka sudah mencetak 10 gol dan hanya kebobolan satu kali dalam tiga pertandingan liga.
Sebaliknya, Fenerbahce harus segera bangkit setelah akhir pekan lalu mengalami kekalahan menyakitkan. Bermain di kandang sendiri, Yellow Canaries takluk 1-2 dari rival sekota Besiktas. Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan catatan awal mereka yang sebelumnya belum tersentuh kekalahan.
Fenerbahce memang memiliki pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar. Mereka juga baru saja memastikan tiket ke fase liga Liga Champions setelah melewati Lyon dengan kemenangan agregat 3-2 pada 26 Agustus lalu. Namun, persoalan pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah karena mereka hanya mampu mencatat satu clean sheet dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Dilansir dari SoccerNews, kondisi pertahanan Fenerbahce bisa menjadi celah yang berusaha dimanfaatkan Roma. Tim asuhan Gasperini sedang berada dalam momentum bagus dan memiliki kepercayaan diri tinggi setelah mencetak 10 gol dalam tiga laga Serie A.
Di lini depan, Fenerbahce tetap mempunyai sejumlah pemain yang dapat mengubah jalannya pertandingan. Mason Greenwood telah mencatat dua gol dan satu assist musim ini, sementara Vedat Muriqi menawarkan kekuatan fisik sekaligus menjadi target utama di area penalti. Muriqi bahkan sudah menyumbang satu gol hanya dalam 175 menit bermain.
Marco Asensio Willemsen juga patut mendapat perhatian. Pemain tersebut memang belum mencetak gol, tetapi sudah menciptakan delapan peluang dan menyumbang satu assist. Kemampuannya membuka ruang serta mengalirkan bola dari lini tengah bisa menjadi kunci bagi Fenerbahce untuk membongkar pertahanan Roma.
Roma sendiri memiliki senjata yang tidak kalah berbahaya. Matias Soulé berpeluang mendapatkan tempat sejak awal setelah menjadi pahlawan kemenangan atas Atalanta. Sementara itu, Donyell Malen diproyeksikan kembali menjadi tumpuan di lini depan setelah menunjukkan performa menjanjikan sejak kepindahannya ke ibu kota Italia secara permanen pada musim panas.
Dari sisi komposisi pemain, Roma masih kehilangan Lorenzo Pellegrini yang belum tampil sejak April akibat cedera paha. Muhammed Bah juga belum pulih dari masalah lutut. Fenerbahce pun harus kehilangan Matteo Guendouzi yang menjalani hukuman larangan bermain dua pertandingan di Liga Champions, sementara Jayden Oosterwolde dan Mert Gunok masih berkutat dengan cedera. Marco Asensio juga dipastikan tidak tersedia.
Pertandingan ini sekaligus menjadi pertemuan kompetitif pertama antara Fenerbahce dan Roma. Dengan Roma membawa momentum tiga kemenangan beruntun dan Fenerbahce mengandalkan dukungan puluhan ribu suporter di Istanbul, laga diprediksi berlangsung ketat. Namun, jika mampu mempertahankan produktivitas sekaligus memanfaatkan rapuhnya pertahanan tuan rumah, Roma lebih layak diunggulkan untuk membawa pulang poin dari Turki, meski kemenangan tipis Fenerbahce tetap terbuka jika mereka mampu memaksimalkan keunggulan kandang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....