Persaingan Juara EPL antara Arsenal dan Manchester City, Siapa Layak Angkat Trofi?
- 21 Apr 2026 10:55 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Persaingan gelar English Premier League musim ini memasuki fase krusial setelah Manchester City mengalahkan Arsenal 2-1 di Etihad Stadium. Hasil tersebut tidak hanya memperketat klasemen, tetapi juga memunculkan kembali keraguan apakah Arsenal mampu bertahan hingga garis finis dalam perebutan gelar.
Momen menarik terjadi setelah laga ketika Declan Rice terlihat menyemangati Martin Ødegaard dengan mengatakan bahwa perburuan gelar “belum selesai.” Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan emosi di dalam skuad, antara keraguan dan keyakinan yang kini menjadi bahan bakar tersisa dalam lima laga penentuan.
Pelatih Mikel Arteta juga memperkuat optimisme tersebut. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menegaskan bahwa timnya justru semakin yakin.
“Kami lebih yakin bisa memenangkan liga setelah performa seperti ini,” ujarnya.
Mikel menekankan bahwa hasil tidak selalu mencerminkan kualitas permainan timnya.
Secara performa, Arsenal sebenarnya tampil kompetitif. Peluang dari Eberechi Eze yang membentur tiang serta sundulan Kai Havertz di menit akhir menjadi bukti bahwa margin kekalahan sangat tipis. Dalam skenario berbeda, Arsenal bahkan bisa saja keluar sebagai pemenang dan mengubah arah perburuan gelar secara drastis.
Namun, masalah utama Arsenal justru terletak pada inkonsistensi. Kekalahan dari Bournemouth dan hasil imbang melawan Wolves sebelumnya menjadi pukulan besar. Jika poin-poin tersebut diamankan, posisi Arsenal saat ini mungkin jauh lebih nyaman dan tekanan tidak sebesar sekarang.
Dari sisi statistik, perbandingan dengan City cukup seimbang. Kedua tim sama-sama mencetak 20 gol dalam 10 pertandingan terakhir liga. Bahkan, rekor kemenangan beruntun mereka identik, menunjukkan bahwa musim ini tidak ada dominasi mutlak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Saat ini, selisih antara kedua tim sangat tipis, hanya tiga poin dan satu gol. City masih memiliki satu laga tunda melawan Burnley, yang secara matematis bisa membawa mereka ke puncak klasemen jika menang dengan margin tertentu. Ini membuat perhitungan gelar semakin mengerucut ke detail kecil seperti selisih gol.
Meski begitu, jadwal pertandingan memberikan sedikit keuntungan bagi Arsenal. Semua laga tersisa mereka dimainkan di London, menghadapi tim papan bawah seperti Fulham, Burnley, West Ham, dan Crystal Palace. Di atas kertas, ini membuka peluang besar untuk mengumpulkan poin maksimal sekaligus memperbaiki selisih gol.
Sebaliknya, City harus menghadapi beberapa tim kuat yang masih bersaing untuk zona Eropa. Tantangan melawan tim seperti Aston Villa dan Brighton berpotensi menghambat laju mereka. Faktor kelelahan dan tekanan juga bisa memainkan peran penting di fase akhir musim.
Analis sepak bola Danny Murphy menegaskan bahwa persaingan belum berakhir. Ia mengatakan, “This title race is a long way from being over,” seraya menambahkan bahwa Arsenal masih berada dalam posisi luar biasa karena tetap memimpin klasemen.
Murphy juga menyoroti bahwa City musim ini tidak sekuat era dominasi sebelumnya. Hasil-hasil tak terduga membuat mereka terlihat lebih rentan. Ia bahkan percaya Arsenal mampu menyapu bersih lima laga tersisa jika mampu menjaga fokus dan kebersamaan tim.
Dari sisi prediksi, jika kedua tim sama-sama memenangkan lima laga tersisa, maka penentuan juara kemungkinan besar ditentukan oleh selisih gol. Dalam hal ini, Arsenal memiliki peluang karena jadwal mereka lebih “ramah” untuk mencetak banyak gol, terutama melawan tim dengan pertahanan lemah.
Pelatih City, Pep Guardiola, meski tidak banyak mengumbar pernyataan besar, tetap menekankan pentingnya konsistensi timnya di momen krusial ini. Ia dikenal selalu mengingatkan bahwa perburuan gelar tidak ditentukan oleh satu laga, melainkan oleh kemampuan menjaga performa di setiap pertandingan tersisa.
Guardiola juga menyadari bahwa tekanan kini tidak hanya ada pada Arsenal, tetapi juga pada timnya sendiri. Dengan jadwal yang lebih sulit, City dituntut untuk tidak terpeleset jika ingin mempertahankan peluang juara hingga pekan terakhir.
Sementara itu, Arteta kembali menegaskan keyakinannya bahwa timnya masih sepenuhnya dalam perburuan.
“Kami masih di sana. Kami harus terus percaya dan bermain seperti ini, menjadi pesan utama yang ia tanamkan kepada para pemainnya menjelang laga-laga penentuan," ujarnya.
Peluang masih terbuka lebar untuk kedua tim. City unggul dari segi pengalaman dan mental juara, sementara Arsenal memiliki keuntungan jadwal dan posisi klasemen. Jika Arsenal mampu menjaga konsistensi dan memaksimalkan peluang, mereka berpotensi mengakhiri penantian panjang. Namun jika lengah sedikit saja, City siap mengambil alih dan kembali mengangkat trofi di akhir musim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....