Hotspot Sumatera Naik, Riau Terdeteksi 16 Titik
- 07 Okt 2026 11:24 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera mengalami peningkatan. Berdasarkan pemantauan hingga Rabu 7 Oktober 2026 pagi, sebanyak 4.806 hotspot terdeteksi di sejumlah provinsi di Sumatera.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan sebaran titik panas paling tinggi, mencapai 3.689 titik. Selanjutnya Jambi tercatat 438 titik, Lampung 353 titik, dan Bangka Belitung sebanyak 296 titik.
Di Provinsi Riau, terdapat 16 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Indragiri Hulu mencatat jumlah terbanyak dengan enam titik. Sementara Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Siak masing-masing dua titik.
Hotspot lainnya terpantau di Kampar satu titik, Indragiri Hilir satu titik, serta Kota Pekanbaru dua titik. Selain itu, titik panas juga ditemukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Kepulauan Riau dengan jumlah yang lebih rendah.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kondisi udara di Riau. Pada Rabu, udara di sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami kekaburan akibat asap. Pagi hari, kondisi udara diprakirakan kabur hingga berawan, disertai peluang hujan ringan di Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai.
Pada siang hingga sore hari, udara kabur akibat asap masih berpotensi terjadi. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun di sebagian wilayah Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.
Memasuki malam hingga dini hari, kondisi udara kabur akibat asap masih berpotensi terjadi. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Dumai, dan Pekanbaru.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Siak pada malam hingga dini hari.
Suhu udara Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 45 hingga 90 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam. Sementara tinggi gelombang di perairan Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
Forecaster on Duty, Alfa Nataris, mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi udara, terutama karena paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan pernapasan.
“Masyarakat kami imbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” imbaunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....