Pemko Pekanbaru Usulkan Subsidi Transportasi Cabai untuk Tekan Kenaikan Harga

  • 07 Okt 2026 09:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan sejumlah langkah untuk mengendalikan kenaikan harga cabai yang terjadi akibat terbatasnya pasokan. Salah satu strategi yang didorong pemerintah daerah yakni mengusulkan dukungan pembiayaan transportasi cabai dari daerah penghasil menuju Pekanbaru melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan intervensi tersebut dilakukan untuk menekan tingginya biaya distribusi yang menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya harga cabai di pasaran. Pemerintah saat ini sedang menghitung kebutuhan cabai agar pengajuan kepada Bapanas dapat dilakukan secara tepat.

"Kita juga sudah rapatkan tadi pagi. Teman-teman dari Dinas Ketahanan Pangan sedang memastikan kebutuhan-kebutuhannya untuk bisa nanti mengajukan kepada Bapanas agar bisa dilakukan subsidi transportasi dari daerah penghasil ke Kota Pekanbaru," jelas Zulhelmi, Selasa 6 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, skema yang diajukan bukan berupa subsidi langsung terhadap harga cabai, melainkan bantuan pembiayaan transportasi dari daerah asal menuju Pekanbaru. Dengan biaya distribusi yang lebih rendah, harga cabai di tingkat pedagang dan konsumen diharapkan dapat lebih terkendali.

"Bukan subsidi. Artinya nanti intervensinya melalui seluruh pembiayaan transportasi ditanggung oleh Bapanas. Itu bisa dilakukan sehingga intervensi harga terkait transportasi tadi akan memurahkan biaya mereka untuk bisa jual," ujar Zulhelmi.

Selain mengurangi beban distribusi, Pemko Pekanbaru juga mempertimbangkan pengadaan cabai secara langsung dari daerah penghasil melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah tersebut dinilai dapat menjadi alternatif untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memperoleh harga yang lebih stabil.

Zulhelmi mencontohkan, jika cabai dibeli langsung dari daerah asal dengan harga Rp60 ribu per kilogram, maka melalui dukungan transportasi dan pengelolaan oleh BUMD, harga tersebut diharapkan tetap dapat dipertahankan saat dijual di Pekanbaru.

"Contohnya ketika nanti kita lakukan pembelian di daerah asal katakanlah Rp60.000, sampai ke sini juga bisa jual di harga Rp60.000 melalui BUMD kita nanti, insyaallah," kata Zulhelmi.

Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pekanbaru juga berharap peningkatan pasokan dari daerah penghasil dapat membantu menekan harga cabai. Salah satu daerah yang diharapkan mampu menambah pasokan adalah Aceh yang diperkirakan memasuki masa panen raya pada bulan ini.

"Harapan kita, insyaallah dari Aceh akan ada panen raya di bulan ini. Insyaallah harga cabai juga akan bisa dikendalikan," ungkap Zulhelmi.

Menurutnya, keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar menjadi faktor utama dalam menjaga harga cabai. Ketika pasokan meningkat dan mampu memenuhi permintaan masyarakat, tekanan kenaikan harga diharapkan dapat berkurang.

"Ketika suplainya banyak, maka demand-nya juga akan mencukupi. Kalau sekarang suplainya sedikit, demand meningkat, makanya harganya meningkat cukup tinggi," pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....