Dihadapan Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ungkap 3 Kapasitas Penting

  • 02 Okt 2026 11:53 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Lebih dari 700 mahasiswa penerima Beasiswa Program SDM Perkebunan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Tahun 2026 mengikuti Pelatihan Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis). Kegiatan ini jadi momentum pemantapan kapasitas para penerima beasiswa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti, Kampar, Kamis 1 Oktober 2026 juga hadir sebagai salah satu pemateri, Anggota Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Ma'azat yang menyampaikan pesan penting kepada para mahasiswa.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak cukup hanya dengan memiliki ijazah atau gelar pendidikan, tetapi harus dibarengi kemampuan, karakter, dan kemampuan membangun hubungan sosial.

Syahrul menyebut sedikitnya ada tiga kapasitas yang harus mulai dibangun mahasiswa sejak berada di bangku kuliah, yakni kapasitas intelektual, moral, dan sosial.

“Orang tidak bertanya lagi apa jenjang pendidikan, tapi yang ditanyakan apa yang bisa kita lakukan,” kata Syahrul Aidi.

Menurutnya, kapasitas intelektual berkaitan dengan kemampuan berpikir, penguasaan ilmu, serta kemauan untuk terus belajar. Mahasiswa tidak boleh berhenti menambah pengetahuan hanya karena sudah berada di perguruan tinggi.

Ia mengatakan ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai tempat. Tidak hanya dari ruang perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman di lapangan maupun perkembangan teknologi dan ruang digital.

“Ilmu bukan hanya didapatkan di ruang belajar, tapi di lapangan, ruang digital,” ujarnya.

Selain intelektual, Syahrul menekankan pentingnya kapasitas moral. Menurutnya, kecerdasan harus dibarengi dengan kejujuran, etika, adab, dan karakter yang kuat. Kemampuan akademik tanpa integritas dinilai belum cukup untuk menghadapi dunia profesional.

Kapasitas ketiga adalah sosial, yakni kemampuan membangun koneksi dengan lingkungan. Mahasiswa perlu belajar berkomunikasi, bekerja sama, memahami persoalan masyarakat, dan membangun jejaring sejak berada di kampus.

“Jadi tiga kapasitas ini harus dibangun dari sekarang sejak dunia kampus,” tegasnya.

Syahrul Aidi juga mengaitkan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dengan masa depan industri perkebunan Indonesia. Berdasarkan pengalamannya melakukan diplomasi parlemen ke berbagai negara, ia mengatakan kelapa sawit Indonesia memiliki posisi penting di pasar internasional.

“Saya Ketua BKSAP, sudah banyak melakukan diplomasi parlemen ke berbagai negara. Dari semua pertemuan itu, saya menemukan bahwa semua negara membutuhkan produk turunan sawit asal Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap mahasiswa penerima Beasiswa SDM Perkebunan BPDP tidak sekadar menyelesaikan pendidikan, tetapi benar-benar mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi perkembangan sektor perkebunan dan Indonesia secara lebih luas.

Syahrul Aidi juga mengingatkan bahwa beasiswa yang diterima para mahasiswa merupakan kesempatan sekaligus amanah. Mereka diminta memanfaatkan proses pendidikan dan pembinaan untuk menempa kemampuan, mental, kedisiplinan, serta karakter.

“Beasiswa bukan hanya tentang kesempatan memperoleh pendidikan. Di dalamnya juga terdapat amanah untuk menempa diri menjadi generasi yang berilmu, bermental kuat, disiplin, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Datuk Tabano, Eka Suma Hamid, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengingatkan mahasiswa agar bersyukur karena telah mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa BPDP yang diperebutkan oleh banyak calon penerima.

“Bersyukurlah adek-adek sekalian karena yang memperebutkan beasiswa BPDP ini ribuan. Dan termasuk orang yang beruntung yang mendapatkan beasiswa ini. Untuk itu maksimalkan dengan baik kesempatan ini,” ujarnya.

Eka berharap para mahasiswa dapat menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pelatihan tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

“Bagaimana menjalankan kuliah dengan baik, saya yakin perjuangan ananda sekalian tidak habis di sini. Kita berharap ke depannya dapat meraih prestasi dan mewujudkan cita-cita,” katanya.

Ia juga berharap Pelatihan Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin tersebut dapat menjadi pondasi bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Para peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi penerima Beasiswa Program SDM Perkebunan BPDP Tahun 2026, yakni Politeknik Kampar, Politeknik Caltex Riau (PCR), Universitas Lancang Kuning (Unilak), Universitas Pasir Pengaraian (UPP), dan Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I).

Melalui kegiatan tersebut, para penerima beasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknis, tetapi juga mental yang kuat, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan sosial sebagai bekal memasuki dunia profesional dan berkontribusi bagi sektor perkebunan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....