Inflasi Riau Naik 0,64%, Kenaikan Cabai Merah Jadi Faktor Utama

  • 01 Okt 2026 16:26 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Inflasi Provinsi Riau pada September 2026 tercatat sebesar 0,64 persen secara month-to-month, dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 2,79 persen. Kenaikan harga cabai merah menjadi faktor utama yang mendorong tekanan inflasi pada periode tersebut.

Ketua Tim Statistik Distibusi dan Jasa (BPS) Provinsi Riau, Fitri Hariyanti, menyampaikan bahwa cabai merah memberikan andil terbesar terhadap inflasi Riau September 2026 dengan kontribusi mencapai 0,49 persen. Lonjakan harga cabai merah yang menembus Rp80.000 per kilogram menjadikan komoditas hortikultura tersebut sebagai penyumbang inflasi tertinggi dibandingkan komoditas lainnya.

“Pada bulan September, inflasi di Provinsi Riau tercatat sebesar 0,64 persen, dengan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (year-on-year) berada pada angka 2,79 persen. Komoditas utama yang memicu terjadinya inflasi secara month-to-month adalah cabai merah yang memberikan andil sebesar 0,49 persen,” ujar Fitri pada Kamis 1 Oktober 2026.

Menurutnya, pergerakan harga komoditas pangan menjadi salah satu faktor penting yang perlu terus diperhatikan karena memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan inflasi daerah, terutama pada kelompok bahan makanan yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, menyampaikan apresiasi kepada BPS Provinsi Riau yang terus menjaga kualitas penyajian data statistik sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan daerah.

“Data yang disajikan tidak sekadar untuk melihat peristiwa yang telah berlalu, melainkan sebagai kompas untuk menentukan langkah ke depan,” kata Supriyadi.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya menjaga agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dalam upaya tersebut, pengendalian inflasi menjadi salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian bersama.

Menurut Supriyadi, data inflasi yang akurat menjadi pijakan bagi pemerintah dalam merancang strategi pengendalian harga, menjaga stabilitas ekonomi, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik.

“Pengendalian inflasi menjadi kunci penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap stabilitas harga pangan, Pemerintah Provinsi Riau bersama berbagai pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap komoditas strategis, khususnya bahan pangan yang memiliki pengaruh besar terhadap perubahan inflasi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....